Jumat, 3 Desember 2021

Berhasil Kabur, Seorang Siswa Menjadi Korban Upaya Penculikan di Wonocolo

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Kombes Pol Yusep Gunawan Kapolrestabes Surabaya saat berkunjung ke Radio Suara Surabaya pada pada Senin (6/9/2021). Foto: Ilham suarasurabaya.net

Seorang siswa SDN Jemur Wonosari I Surabaya jadi korban upaya penculikan oleh tiga orang tak dikenal, naik mobil hitam, modusnya pura-pura tanya SPBU terdekat, di Jalan Wonocolo, Selasa (19/10/2021).

Informasi yang didapat suarasurabaya.net, siswa itu sedang berjalan kaki menuju ke sekolah untuk mengikuti uji coba PTM terbatas ketika salah satu penumpang mobil menanyakan SPBU terdekat.

Setelah menjawab pertanyaan si penumpang, siswa itu tiba-tiba dibekap dan dipaksa masuk ke dalam mobil. Beruntung, di tengah perjalanan, siswa berusia 12 tahun itu berhasil kabur.

Saat mobil para penculik itu berhenti di dekat SPBU Jemursari, siswa itu memanfaatkan kelengahan mereka dengan keluar dari mobil dan lari ke arah SMPN 13 Surabaya.

Para penculik itu berupaya mengejarnya. Siswa itu lari begitu cepat sampai akhirnya tersandung hingga mengalami luka di bagian bibir dan mengundang perhatian warga sekitar. Para penculik pun kabur.

Kombes Akhmad Yusep Gunawan Kapolrestabes Surabaya membenarkan, laporan upaya penculikan pelajar SDN Jemur Wonosari I pada Selasa pagi pukul 09.00 WIB itu sudah diterima polisi.

“Betul, hari ini Polrestabes di SPKT menerima laporan masyarakat dugaan rencana penculikan terhadap seorang anak berusia 12 tahun,” ujar Yusep ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Meski penculikan telah gagar karena korban berhasil melarikan diri, Yusep menegaskan bahwa peristiwa itu akan tetap ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Polisi akan mengejar pelaku.

Begitu menerima laporan tersebut, Yusep mengeklaim, tim Polrestabes Surabaya langsung melakukan mengidentifikasi kendaraan yang dicurigai membawa paksa korban.

“Kami akan mencari jejak pelaku yang melakukan perbuatan itu,” kata Yusep.

Mantan Direktur Kriminal Khusus Polda Jatim itu mengatakan, peristiwa itu menjadi pembelajaran bagi semua warga Surabaya. Dia mengimbau terutama kepada para orang tua.

“Termasuk gurunya harus memperhatikan muridnya agar peristiwa serupa tidak terjadi di Surabaya maupun kota lainnya. Kami akan serius menangani ini,” kata Yusep.(den/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
29o
Kurs