Jumat, 21 Januari 2022

BMKG: Gempa 6,7 SR di Malang Termasuk Gempa Dangkal

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi di Kabupaten Malang, Jatim pada Sabtu (10/4/2021) pukul 14:00:15. Foto: Twitter/BMKG

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi di Kabupaten Malang, Jatim, memiliki kedalaman 25 kilometer. Menurut Syawal dari BMKG Stasiun Geofisika Tretes, gempa ini tergolong gempa dangkal.

“Kedalamannya cuma 25 kilometer termasuk gempa dangkal,” kata Syawal kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (10/4/2021).

Ia menambahkan, gempa yang terjadi akibat pertemuan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

Sedangkan untuk dampak kerusakan yang diakibatkan gempa, lanjut Syawal, tidak hanya karena tempat yang dekat dengan titik gempa.

“Bisa sampai kerusakan bangunan itu tergantung pada satu, jarak antar lokasi yang terdampak dengan pusat gempa. Dua, struktur bangunan. Tiga, kondisi geologi di sekelilingnya itu sangat mempengaruhi,” ujarnya.

Ia mencontohkan gempa yang terjadi di Bantul, Yogyakarta pada Mei 2006 lalu. Daerah yang lebih parah mengalami kerusakan bangunan malah daerah yang lebih jauh dari pusat gempa karena memang kondisi geologis yang lebih rawan.

“Karena kondisi geologis tanah itu bisa lebih rentan dan lebih lunak, makanya tiga faktor (kerusakan akibat gempa) itu tidak bisa dipisahkan.

Ia mengatakan, gempa 6,7 SR ini diikuti gempa susulan bermagnitudo 3,5 SR namun tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat.

Seperti yang diketahui, gempa bumi hampir terasa di sejumlah wilayah Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021) sehingga membuat masyarakat kaget, dan keluar rumah.

Indyah warga Malang jika gempa tersebut sempat membuat dirinya dan warga sekitar keluar rumah.

“Sempat dikira biasa, akhirnya semburat keluar rumah,” katanya saat dikonfirmasi via WhatsApp seperti yang dilansir Antara.

Gempa juga terasa di Surabaya hingga membuat masyarakat terpaksa keluar rumah. Yani yang saat itu bekerja di daerah Mulyosari merasakan gempa dan bergegas keluar dari lokasi kantor.

“Kebetulan kantor sedang renovasi, tadi terasa dan keluar,” ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan Rina Susanti dan Dea Sari warga Sidoarjo mengaku kalau sempat merasakan goyang di tempat tinggal mereka.

“Sidoarjo bergoyang,” katanya.

Sementara itu, Teguh Tri Susanto Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda membenarkan adanya gempa tersebut.

“Info Gempa Magnitudo 6.7 pada 10 April 2021 pukul 14.0p yang berlokasi di 8.95 LS,112.48 BT (90 kilometer Barat Daya KAB-MALANG-JATIM), Kedalaman 25 Kilometer,” katanya.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, gempa ini tidak menimbulkan bencana Tsunami, namun masyarakat tetap diimbau tetap waspada.

Selain itu, dari grup WhatsApp BMKG Juanda dilaporkan ada kerusakan rumah di wilayah Lumajang dan juga Blitar.(tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Jumat, 21 Januari 2022
29o
Kurs