Jumat, 3 Desember 2021

Cuaca Terik Dirasakan di Surabaya dan Sekitarnya, Ini Penjelasan BMKG

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi cuaca panas.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menjelaskan penyebab suhu udara di wilayah Jawa Timur yang cukup tinggi beberapa waktu belakangan.

Dalam keterangan video di akun Twitter resmi BMKG Juanda dilansir Sabtu (23/10/2021), dijelaskan bahwa wilayah Jawa Timur baru saja melewati fase Kulminasi. Sehingga posisi matahari saat ini masih berada di sekitar garis ekuator.

Akibatnya, di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya masih mendapat surplus penyinaran matahari yang cukup intens.

Kulminasi adalah fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama.

Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat “menghilang”, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Selain pengaruh kulminasi, BMKG Juanda juga menerangkan, saat ini tutupan awan masih sedikit sehingga suhu matahari dirasakan terasa sangat terik di siang hari.

Namun ini akan berkurang di sore hari seiring bergeraknya poisisi matahari ke belahan bumi selatan.

BMKG juga memprediksi di wilayah Surabaya dan sekitarnya akan memasuki awal musim penghujan di Bulan November.

Dalam suhu maksimum harian di Indonesia periode 21 Oktober pukul 07.00 WIB-22 Oktober 2021 pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat suhu tertinggi dilaporkan oleh Stasiun Meteorologi Gewayantana Nusa Tenggara Timur dengan suhu maksimal 37,4 derajat.

Sementara Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo mencatat suhu maksimal sebesar 35,4 derajat.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by BMKG (@infobmkg)

 

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
28o
Kurs