Minggu, 3 Maret 2024

Dahlan Iskan : Pandemi Bikin Ekonomi Sulit Diprediksi

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Dahlan Iskan Eks Menteri BUMN di seminar Disway Business Forum dengan tajuk Economic Outlook 2022 di Universitas Ciputra, Rabu(15/12/2021). Foto: Manda Roosa suarasurabaya.net

Dahlan Iskan Eks Menteri BUMN  mengungkapkan geliat ekonomi di masa yang akan datang tidak bisa diprediksi selama masih ada pandemi Covid-19.

“Siapa pun ahli ekonomi di dunia ini belum ada yang mampu memberikan prediksinya, akan seperti apa ekonomi di tahun 2022,” kata Dahlan di seminar Disway Business Forum dengan tajuk Economic Outlook 2022, di Universitas Ciputra,Rabu (15/12/2021).

Dahlan Iskan juga menyampaikan harus tetap siap hidup berdampingan dengan virus corona. “ Tapi saya optimis, karena kelihatannya Covid-19 ini dapat teratasi, data-data juga menunjukkan bahwa ada 200 kasus baru namun itu dalam jangka waktu yang lama. Asal Covid-19 teratasi praktis ekonomi bangkit,” tegas Dahlan.

Optimisme juga diungkap Dahlan dengan mengungkapkan makin tingginya ekspor  Indonesia ke Tiongkok yang didominasi dua industri sebagai penyumbang terbesar yaitu, Industri bahan kimia dan Industri kertas.

“Data ini sampai saya telusuri, apakah kita begitu hebatnya di industri kimia sehingga begitu tinggi nilai ekspornya,”ungkap Dahlan.

Dahlan mengatakan ternyata hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa Indonesia merupakan produsen terbesar minyak sawit mentah terkait dengan Crude Palm Oil (CPO) yang merupakan bahan baku pangan pokok tersebut.

Selain industri kimia, industri besar lainnya yaitu dan barang dan bahan dari kertas. “Saya sedang meraba-raba apakah benar industri kertas medium yang warna cokelat untuk bungkus dan karton, apakah benar diperlukan di seluruh dunia karena kertas untuk tulis menulis menurun drastis, kertas untuk cetak koran juga menurun drastis,” terangnya.

Berdasar penemuannya, hal ini ternyata terkait dengan perdagangan online yang terus membesar. “Semuanya memerlukan bungkus dan memerlukan karton maka kelihatannya ini ada kaitannya dengan bisnis online yang banyak memerlukan bungkus. Ternyata ini yang membuat  ekspor kertas kita ke Tiongkok sangat tinggi” kata Dahlan. (man/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
29o
Kurs