Jumat, 3 Desember 2021

Diduga Kapal Van Der Wijck, Arkeolog Lakukan Identifikasi di Perairan Lamongan

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Pemaparan tim arkeolog BPCB tentang penemuan titik tenggelamnya diduga kapan Van Der Wijk di perairan Lamongan. Foto: Antara

Tim Arkeolog BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya) Jawa Timur melaporkan, mereka menemukan titik lokasi tenggelamnya Kapal yang diduga Van Der Wijck, di Perairan Brondong, Lamongan.

Wicaksono Dwi Nugroho salah satu Arkeolog BPCB Jatim yang menjelaskan itu di Ruang Command Center Gedung Pemda Lamongan, Kamis (21/10/2021).

Dia mengatakan, survei titik lokasi tenggelamnya kapal sudah dilakukan sejak Juni 2021 lalu. Namun karena perairan Lamongan yang cukup keruh, survei kembali dilakukan Oktober ini.

“Memang ada kapal karam di titik yang kami duga Van Der Wijck, dari foto-foto dan video yang kami dapatkan kami masih terus processing, dan kemudian melakukan identifikasi perlahan-lahan. Kami cocokkan bagian-bagian dengan gambar dari Kapal Van Der Wijck,” kata Wicaksono.

Keberadaan Kapal Van Der Wijck yang diduga karam di laut Jawa pada tahun 1936 masih terus dikaji dan dicari bukti konkritnya berdasarkan ilmu pengetahuan.

Mulai dari pernyataan masyarakat nelayan, keberadaan monumen tugu peringatan, hingga survey pencarian titik lokasi tenggelamnya kapal.

Wicaksono mengatakan, saat ini BPCB masuk pada tahapan identifikasi apakah kapal karam yang ditemukan itu adalah bangkai Kapal Van Der Wijck yang dikonfirmasi nelayan setempat?

Identifikasi terus dilakukan guna pembuktian lebih konkrit, dan untuk mencapai itu perlu terus dilakukan eksplorasi.

“Ada banyak properti, masyarakat tidak ada yang berani menjarah karena dianggap keramat. Mungkin nanti ke depan kalau itu dieksplorasi, diangkat, atas seijin Bapak Bupati, bisa dijadikan museum pak. Beberapa barang berharga peninggalan sangat bisa dijadikan cerita dari apa yang terjadi tahun 1936, itu bagian dari sejarah yang daerah lain tidak punya,” papar Wicaksono kepada Yuhronur Efendi Bupati Lamongan.

Letkol Laut (T) Bagus Arianto dari Koarmada II Jatim, pada kesempatan yang sama menyampaikan pesan Panglima Koarmada II Jatim yang bersedia turut serta terlibat dalam kegiatan pencarian Kapal Van Der Wijck di peraian Lamongan.

Menurutnya, jika benar ditemukan diduga bangkai kapal karam itu adalah Kapal Van Der Wijck, hal itu bisa menjadi salah satu ikon dunia yang wajib dijaga.

“Berdasar foto ini, apakah karakteristik tangga bisa dipastikan milik Kapal Van Der Wijck? Penempatan tangga ini sesuai fungsi apakah kapal untuk perang atau untuk mengangkut penumpang. Baling-baling belum ditemukan ya? Dari bentuk baling-baling juga untuk dapat dicocokkan dengan literatur kapal, model dan produksi tahun berapa. Terkait gambaran pengangkatan kapal, pengalaman saya butuh biaya yang sangat besar, untuk kapal sebesar Van Der Wijck,” kata Letkol Bagus.

Sementara Yuhronur Efendi Bupati Lamongan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelaman untuk membuktikan kebenaran keberadaan Kapal Van Der Wijck.

Dia juga meminta dukungan dari semua pihak untuk berkoordinasi agar Kapal Van Der Wijck ini dapat menjadi sesuatu yang luar biasa. Menjadi aset nasional.

Next, tantangan bagi kami. Langkah selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pimpinan masing-masing apakah diangkat dan sebagainya. Tidak sulit jika menjadi komitmen dan kesepakatan bersama. Kami terus mohon dukungan dan support supaya Kapal Van Der Wijck ini menjadi aset nasional, dan saya yakin menjadi sesuatu yang luar biasa bagi Kabupaten Lamongan,” kata pria yang akrab disapa Pak Yes itu.(dfn/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
29o
Kurs