Minggu, 22 Mei 2022

Dosen Karyawan Undika Ikuti Vaksinasi di Puskesmas Rungkut Kidul

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Dosen dan karyawan Undika Surabaya vaksinasi di Puskesmas Rungkut Kidul. Foto: Humas Undika

Vaksinasi gratis seperti anjuran pemerintah, Senin (22/3/2021) berlangsung di Puskesmas Pembantu Rungkut Kidul, diikuti karyawan dan dosen Universitas Dinamika (Undika) Surabaya, sebagai satu di antara fasilitas yang diberikan pemerintah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Oktaviani, S.E., M.M., Kepala Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Undika Surabaya menyampaikan pada Februari 2021 lalu kampus yang dulu bernama Stikom Surabaya ini menerima surat yang datangnya dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya untuk meyerahkan data sasaran vaksinasi.

“Pada 20 Maret 2021 PSDM menerima kabar dari Puskesmas bahwa kami di Undika Surabaya menjadi peserta gelombang pertama vaksinasi, sekitar kurang lebih 100 orang yang diurut berdasarkan usia tertua untuk mengikuti vaksin pada Senin (22/3/2021 hari ini,” terang Oktaviani.

Okta sapaan Oktaviani menjelaskan bahwa pihak PSDM sejatinya telah mengajukan agar seluruh Dosen maupun karyawan serta tenaga pendidikan lainnya di Undika Surabaya mendapatkan vaksinasi. Karena vaksin ini sangat diperlukan, agar nantinya Undika Surabaya bisa mengkondisikan kampus ketika mulai menerapkan kelas tatap muka.

Okta berpesan agar masyarakat berani dan tidak ragu melakukan vaksin untuk meningkatkan imunitas tubuh. “Jika ada kontroversi, ini untuk vaksin gratis kan anggaran dari pemerintah, jika tidak ada manfaatnya ya pemerintah juga yang akan pasti repot. Jadi mari menganggap melakukan vaksin adalah ikhtiar untuk menjaga daya tahan tubuh dan melawan virus corona,” ujar Okta.

Sementara itu, untuk pelaksanaan kuliah tatap muka di Universitas Dinamika (Undika) Surabaya akan menunggu keputusan dari pihak Rektorat. Sembari melengkapi dua vaksin guna membentuk antibodi mulai terbentuk pada para dosen dan segenap karyawan.

Prof. Dr. Budi Jatmiko, M.Pd., Rektor Undika Surabaya menjelaskan bahwa awal tahun ini kampus masih menerapkan perkuliahan daring. Selanjutnya nanti akan melihat keputusan pemerintah dalam mempersiapkan bentuk perkuliahan tatap muka.

“Kalau memutuskan untuk tatap muka tapi yang divaksin hanya dosen dan karyawan juga dikhawatirkan masih ada penularan Covid-19,” pungkas Budi Jatmiko. Budi juga berharap karyawan dan masyarakat tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan. Apalagi saat ini muncul kembali virus-virus jenis baru yang beragam cara penularannya.(tok/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 22 Mei 2022
27o
Kurs