Selasa, 28 September 2021

Indonesia Dapat Tambahan 21 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sinovac

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Pesawat yang mengangkut jutaan bahan baku Vaksin Covid-19 Sinovac, Senin (12/7/2021), mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Foto: Biro Pers Setpres

Pemerintah Indonesia terus berupaya memenuhi ketersediaan vaksin Covid-19 untuk program vaksinasi nasional.

Pada Selasa (27/7/2021) siang, sebanyak 21,2 juta dosis Vaksin Covid-19 Sinovac berbentuk bahan baku, datang lagi di Tanah Air.

Sekitar pukul 12.00 WIB, pesawat khusus yang mengangkut jutaan dosis bahan baku vaksin dari China, mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Dalam keterangan pers virtual, Airlangga Hartarto Menteri Koordinator bidang Perekonomian bilang, jutaaan bahan baku vaksin itu tercatat sebagai penerimaan tahap ke-30, terhitung dari pertama kali Indonesia menerima kiriman tanggal 6 Desember 2020.

“Siang hari ini, kita menyaksikan kedatangan Vaksin Covid-19 Sinovac sebanyak 21,2 juta dosis dalam bentuk bahan baku. Pemerintah masih akan terus berupaya mendatangkan vaksin melalui seluruh jalur yang ada, guna memastikan ketersediaan stok vaksin untuk mencapai target sasaran vaksinasi,” ujar Airlangga.

Menurutnya, vaksin yang dibeli sudah melalui proses evaluasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan mendapat rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), serta organisasi kesehatan dunia (WHO).

Airlangga menegaskan, pemerintah selalu memastikan keamanan, kualitas, dan khasiat semua jenis vaksin yang diimpor dari berbagai produsen vaksin luar negeri.

“Pemerintah selalu memastikan keamanan (safety), kualitas (mutu), dan khasiat (efficacy) untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menko Perekonomian menyampaikan pesan Joko Widodo Presiden bahwa vaksinasi langkah penting untuk keluar dari pandemi Covid-19.

Maka dari itu, pelaksanaan program vaksinasi harus bisa lebih cepat mencapai target, sehingga segera tercipta kekebalan kelompok terhadap Covid-19.

“Vaksinasi adalah salah satu strategi pemerintah untuk penanganan pandemi Covid-19. Vaksinasi perlu didampingi kedisiplinan masyarakat dan harus dilaksanakan secara bersama,” katanya.

Untuk mencapai kekebalan kelompok di seluruh Indonesia, sambung Airlangga, pemerintah menargetkan sekitar 208 juta penduduk yang disuntik vaksin.

Target penerima vaksin meningkat dari sebelumnya 186 juta penduduk, karena kelompok anak rusia 12-17 tahun sudah bisa ikut vaksinasi. Sampai sekarang, sekitar 718 ribu anak remaja sudah mendapatkan vaksin dosis pertama.

Sampai tanggal 26 Juli 2021, tercatat 64,13 juta Penduduk Indonesia yang sudah menerima suntikan vaksin Covid-19. Rinciannya, 45,5 juta orang baru mendapat suntikan dosis pertama, dan 18,6 juta orang yang sudah dua kali suntik.

Mereka yang sudah vaksinasi di antaranya kelompok tenaga kesehatan, petugas layanan publik, penduduk lanjut usia, serta masyarakat umum yang rentan terinfeksi Virus Corona.(rid/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Selasa, 28 September 2021
32o
Kurs