Selasa, 7 Desember 2021

Industri Penyiaran Sebagai Penjernih Informasi di Tengah Masyarakat

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi, ujaran kebencian, isu Sara dan hoaks yang bertebaran di medsos. Grafis: suarasurabaya.net

Hardly Stefano Pariela Komisi Penyiaran Informasi (KPI) mengatakan, peran televisi dan radio bukan hanya semata bicara tentang bisnis, hiburan dan informasi, tetapi juga sebagai penjaga integrasi nasional. Hal ini disampaikannya saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Kamis (1/4/2021).

Menurutnya, meski berada di tengah pandemi, di mana semua industri mengalami dampak penurunan, bahkan sampai ada yang merumahkan karyawan, industri penyiaran tetap tampil sebagai penjernih masyarakat.

“Industri penyiaran tetap tampil sebagai penjernih masyarakat, terkait pandemi banyak beredar informasi yang tidak benar dan hoaks. Di tengah kondisi itu, TV dan radio senantiasa memberikan informasi yang akurat, kredibel dan memiliki sumber informasi yang jelas,” terang Hardly.

Selain itu, menurutnya, saat memberikan informasi dari Pemerintah berkaitan dengan pandemi, TV dan radio dapat mengemas informasi ini dalam bentuk iklan layanan masyarakat.

“Saya pikir ini luar biasa ketika industri ini mengalami pukulan karena pandemi, di saat yang sama tetap menjalankan tugas dan fungsinya menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat,” ujarnya

Senada dengan tema Hari Penyiaran Nasional (Hasiarnas) 2021 yaitu Penyiaran Sebagai Pendorong Kebangkitan Ekonomi Pasca Pandemi, Hardly berharap industri penyiaran dapat mendorong tumbuhnya kembali ekonomi Indonesia yang selama pandemi sempat mengalami defisit.

“Ke depannya pascapandemi, TV dan radio harus menjadi penyampai informasi yang membangun optimisme, memberikan informasi inspiratif untuk ekonomi kembali bergerak,” pungkasnya.(dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 7 Desember 2021
26o
Kurs