Jumat, 26 Februari 2021

Jalan Berlubang, Organda Jatim: Tidak Mutlak Karena Kendaraan Berat

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Anton suarasurabaya.net

Kondisi jalan yang berlubang, rusak dan tergenang air ketika musim hujan, otomatis akan menganggu aktivitas ekonomi. Hal itu disampaikan Kody Lamahayu Fredy Ketua Umum DPC Organda Khusus Tanjung Perak Surabaya, saat dihubungi suarasurabaya.net, Minggu (17/1/2021).

Terutama jalan yang menjadi perlintasan kendaraan truk atau angkutan barang. Misalnya, ketika kendaraan berat itu melintasi jalan yang berlubang, maka tidak bisa melaju lebih cepat. Sehingga memungkinkan terjadinya penumpukan kendaraan di lokasi tersebut.

Selain mengganggu aktivitas ekonomi, juga kenyamanan berkendara dan sangat rentan terjadi kecelakaan lalu lintas. Dia pun mencontohkan jalan berlubang atau rusak yang masih ditemui di kawasan Kalianak dan Margomulyo.

Menurutnya, di dua lokasi itu kerap terjadi kecelakaan melibatkan kendaraan besar seperti truk dengan sepeda motor. Salah satu penyebabnya, biasanya karena menghindari jalan berlubang.

“Kalau jalan rusak otomatis mengganggu kendaraan angkutan barang. Persoalannya, setiap kali hujan akan terjadi lubang-lubang yang tergenang air, lalu dilewati truk. Ketika mereka mengaspal jalan itu, belum padat sudah diaspal. Sehingga ketika hujan dan dilewati truk, maka akan tergenang dan membuat aspal mudah rusak,” kata dia.

“Berbeda dengan jalan yang dicor, bertahun-tahun tidak akan pernah rusak. Contohnya di Mayjen Sungkono depannya Ciputra World itu,” tambahnya.

Kody mengakui, kalau kendaraan berat menjadi salah satu penyebab jalan menjadi berlubang ataupun rusak. Namun tidak mutlak karena kendaaran berat. Kalau pengaspalannya bagus, jalan tersebut tidak akan gampang rusak.

“Salah satu penyebab memang kendaraan berat, saya akui itu. Tapi tidak mutlak truk (kendaraan berat). Kalau pengaspalannya bagus, dicor bagus, maka tidak akan rusak walaupun dilewati truk berat. Contohnya itu seperti di Mayjen Sungkono yang dicor tetap baik,” kata dia.

Pihaknya berharap, segera ada perhatian dari pihak terkait untuk permasalahan jalan berlubang atau rusak. Meski kini tidak terlalu menghambat, karena angkutan barang yang beroperasi tidak sebanyak seperti sebelum pandemi Covid-19.

Namun perbaikan jalan itu, juga untuk menimalisir risiko lainnya seperti kecelakaan.

“Harapan saya segera diperbaiki. Karena kami juga membayar pajak STNK itu setiap tahun, agar uang-uang itu digunakan perbaikan untuk jalan-jalan yang rusak,” pungkasnya. (ang/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Truk Terguling di Prigen

Terguling dan Muatannya Tumpah

Mobil Masuk Sungai di Jemursari

Surabaya
Jumat, 26 Februari 2021
25o
Kurs