Kamis, 30 Juni 2022

Jokowi Ajak Warga Tionghoa Gotong Royong Menyelesaikan Persoalan Akibat Pandemi

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden, siang hari ini, Sabtu (20/2/2021), menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2021 yang diselenggarakan komunitas pengusaha dan warga keturunan Tionghoa, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden, siang hari ini, Sabtu (20/2/2021), menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2021 yang diselenggarakan komunitas pengusaha dan warga keturunan Tionghoa, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Pada perayaan bertema “Untukmu Negeri, Kami Berbakti dan Peduli” Presiden mengajak semua elemen bangsa bersama-sama gotong-royong menyelesaikan persoalan dan tantangan akibat pandemi Covid-19.

Jokowi yang memakai baju cheongsam warna merah menyampaikan, Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili bersimbol kerbau logam yang punya makna pekerja keras, tekun, memiliki kesabaran tinggi, dan terencana untuk mencapai kemajuan.

Dengan filosofi itu, Presiden berharap bangsa Indonesia berhasil menghadapi berbagai tantangan.

“Kekuatan, keberanian, keteguhan, dan kedisiplinan kerbau harus kita tunjukkan untuk menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada, yaitu krisis pada saat ini. Penanganan permasalahan kesehatan akibat pandemi Covid-19 harus terus dilakukan. Pendisiplinan menerapkan protokol kesehatan 3M dan 3T, PPKM berskala mikro, dan vaksinasi harus dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Presiden kembali menerangkan soal kebijakan vaksinasi untuk 182 juta penduduk Indonesia.

“Pekan ini sudah dilakukan untuk pelayan-pelayan dan pekerja publik baik itu guru, lansia yang juga perlu diprioritaskan, pekerja di pasar dan pusat perekonomian. Kemarin sudah dimulai di Pasar Tanah Abang, baru kemudian nanti untuk masyarakat umum,” paparnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyebut upaya keras juga harus dilakukan bersama untuk menangani persoalan ekonomi.

“Pemerintah tahun lalu sudah menggulirkan sejumlah bantuan sosial untuk masyarakat lapisan bawah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus meningkatkan daya beli. Bantuan sosial akan tetap berlanjut di tahun 2021,” tegasnya.

Selain itu, Presiden juga mengingatkan supaya kesempatan kerja dibuka seluas-luasnya, di tengah banyaknya warga yang kehilangan pekerjaan selama masa pandemi.

Pemerintah, lanjut Presiden, sudah menginstruksikan jajarannya untuk menjalankan program padat karya untuk membuka peluang kerja sebanyak-banyaknya.

Presiden menegaskan, perluasan kesempatan kerja yang bisa berjalan secara berkelanjutan sebetulnya berasal dari kalangan dunia usaha.

“Kuncinya ada di situ. Kalau yang melakukan dari dunia usaha ini pasti akan berkelanjutan. Itu yang dibutuhkan masyarakat,” imbuhnya.

Maka dari itu, lanjut Jokowi, Pemerintah fokus pada sejumlah kebijakan yang untuk membangkitkan kembali sektor produksi supaya bisa kembali berproduksi dengan optimal.

“Prioritas belanja Pemerintah lebih diarahkan untuk pembelian produk-produk dalam negeri dan membangun ekosistem yang kondusif seperti dengan memberikan sejumlah insentif bagi dunia usaha,” katanya.

Menurut Presiden, kuncinya adalah kebersamaan dan gotong-royong sebagai bangsa besar.

“Saya berharap di tahun kerbau ini kita bisa menggerakkan kekuatan besar, keberanian, dan kedisiplinan untuk melakukan lompatan-lompatan dan terobosan-terobosan baru dalam melakukan langkah-langkah berani yang baru agar kita bisa terlepas dari krisis kesehatan dan perekonomian,” pungkasnya.(rid/tin/dfn)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 30 Juni 2022
30o
Kurs