Minggu, 28 Februari 2021

Ketua SPSI: Pemerintah, Tolong PSBB Dipikirkan Matang-matang

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Penyekatan di perbatasan Surabaya mulai dilakukan pukul 17.00 WIB. Termasuk salah satunya di Bundaran Waru (Cito), Kamis (31/12/2020). Foto: Abidin suarasurabaya.net

Ahmad Fauzi Ketua DPD SPSI Jatim menyampaikan keberatannya atas akan diberlakukannya PSBB di Jawa dan Bali pada tanggal 11 – 25 Januari mendatang. Pasalnya, bila jadi diterapkan, PSBB akan berdampak pada kaum buruh dan bekerja di tengah kondisi ekonomi yang mulai bangkit meski perlahan.

“Saya menyampaikan ketidaksetujuan atas diberlakukannya PSBB ini. Apakah jilid 2 atau jilid 3. Kepada PSBB jilid 1 saja bagaimana saya merasakan ditelepon, di WA, di-warning oleh para anggota di Jatim. Mereka menangis, mereka bersedih, mereka tidak bisa menghidupi anaknya, tidak bisa menutup angsuran sepeda motor, mobil bahkan rumah,” kata Fauzi saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Kamis (7/1/2021).

Selama dua bulan belakangan menurutnya, kondisi ekonomi sudah mulai membaik. Bila PSBB diberlakukan lagi dalam waktu yang kurang dari empat hari ke depan, membuat berbagai elemen jelas tidak siap.

“Jelas perut mereka akan lapar, kantong-kantong mereka akan buntu karena hanya mengandalkan pendapatan dari tempatnya bekerja,” terang pria yang menjadi Ketua Dewan Pengupahan (Unsur Pekerja) Jatim ini.

Bilapun PSBB harus diberlakukan, ia meminta pemerintah Jatim harus benar-benar hadir di tengah-tengah kaum buruh dan pekerja. Bukan hanya memberikan pengertian kepada dunia usaha dan pekerja, tapi juga memberikan bantuan logistik. Serta menghadirkan kebijakan yang ekstrem dan fundamental.

“Jangan hanya mengeluarkan peraturan PSBB harus begini, harus begini, harus begini. Tapi kali ini harus ada tangan kuat pemerintah memberikan pengertian kepada dunia usaha dan pekerja. Juga hadir membawa logistik agar tetap dapat bernafas dalam rumahnya, dalam kontrakannya, dalam kos-kosannya. Minimal perutnya terisi.”

Kondisi ekonomi yang baru bangkit ini, dianalogikan Fauzi bagai mobil yang baru dinyalakan mesinnya. Pasalnya, dunia pengusaha baru bangkit, sedangkan mereka juga harus memberi upah kepada pegawainya. Kalau dipukul dengan hadirnya PSBB, tentu akan menjadi pukulan telak dalam dunia usaha.

Ia juga menyoroti PSBB yang menurutnya hanya tampak di ruas jalan besar saja, sedangkan masih banyak yang berkerumun di jalan dan gang-gang kecil. ” Itu artinya PSBB masih ala kadarnya,” tegasnya.

“Tolong PSBB dipikirkan matang-matang, Kalau harus PSBB, tolong hadir kebijakan logistik yang betul-betul ditunggu buruh dan pekerja,” tegasnya sekali lagi.(dfn/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Truk Terguling di Prigen

Terguling dan Muatannya Tumpah

Surabaya
Minggu, 28 Februari 2021
26o
Kurs