Kamis, 20 Januari 2022

Khofifah: Jatim Bisa Dukung Kebutuhan Perawat di Luar Jawa dan Luar Negeri

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim dalam Muswil ke-10 PPNI Jatim di Malang, Sabtu (27/11/2021). Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menyatakan, Provinsi Jatim dengan jumlah perawat tertinggi di Indonesia berpeluang mendukung provinsi lain di luar Jawa dalam memenuhi kebutuhan perawat.

Dia menyampaikan itu dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-10 DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim bertajuk “Kondusif, Efektif, Ramah, Efisien, dan Netral” di Malang, Sabtu (27/11/2021) malam.

Mengutip data Kemkes, Khofifah mengatakan, jumlah perawat di Jawa Timur mencapai 51.709 orang. Sedangkan di Jawa, sesuai data Kemenkes dan BPS pada 2019 lalu, rasio perawat adalah 1:815.

“Artinya, seorang perawat melayani 815 orang. Namun di luar pulau Jawa, rasio penduduk per satu orang perawat masih sangat rendah,” ujar Khofifah dalam keterangan tertulis, Minggu (28/11/2021).

Melihat kondisi itu, Khofifah menjelaskan, Provinsi Jawa Timur sangat berpeluang memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan perawat di luar Pulau Jawa. Bahkan, dia bilang, di luar negeri.

“WHO menyampaikan, ada kebutuhan 6 juta perawat yang bisa jadi peluang perawat Indonesia. Nah Provinsi Jatim ini sangat berpotensi mengisi kebutuhan perawat di luar Jawa bahkan di luar negeri ,” katanya.

Untuk itu, Khofifah mengingatkan para pengurus dan anggota DPW PPNI Jatim bahwa transformasi digital saat ini jadi keniscayaan dan kebutuhan bagi berbagai sektor, termasuk para perawat.

Layanan kesehatan, kata dia, akan banyak menggunakan alat kesehatan berbasis hi-tech. Sehingga penting bagi para perawat untuk selalu memperbarui pengetahuan teknologi untuk melayani.

“Artinya, para perawat perlu intens mengenali alat kesehatan berbasis hi-tech. Selain spesific skill keperawatan, perawat harus paham teknologi juga. Apalagi sekarang banyak peralatan kesehatan canggih. Perlu mental yang canggih dan cekatan pula,” ajak Khofifah.

Menurut Khofifah, penggunaan teknologi itu tidak hanya ketika para perawat memberikan layanan kesehatan, tetapi juga menyampaikan laporan (report) termasuk medical report.

“Akses aplikasi saat ini luar biasa. Data bisa tercapture real time dan presisi. Percepatan dengan teknologi digital. Bukan hanya layanan kesehatan, tetapi report seperti medical report,” ujarnya.(den/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Kamis, 20 Januari 2022
28o
Kurs