Sabtu, 13 Agustus 2022

Lakon “Si Bung” Awali Suara Surabaya Pahlawan Fest

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Meimura bersama anak-anak Samin membuka SSPF dalam lakon Si Bung. Foto: totok suarasurabaya.net

Penampilan “Si Bung” oleh Meimura, Seniman Surabaya, bersama anak-anak dari Sanggar Anak Merdeka Indonesia (Samin), jadi pembuka Suara Surabaya Pahlawan Fest (SSPF 2021), Sabtu (13/11/2021).

Teater “Si Bung” yang tampil di Hall Suara Surabaya Center Jalan Bukit Darmo Golf Surabaya berkisah tentang sosok pejuang yang juga seniman di masa tuanya sembari mengenang perjuangan dan pertempuran merebut kemerdekaan.

Heroisme yang kerap diceritakan kepada anak-anak dan cucunya itu akhirnya jadi sesuatu yang bisa dibanggakan anak-anak dan cucu-cucunya.

Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, Si Bung mengajak anak-anak dan cucunya untuk terus berjuang. Salah satunya dengan mematuhi ketentuan pemerintah berkaitan protokol kesehatan, vaksinasi, juga ketentuan lain.

“Belajar dengan rajin dan tetap menjaga diri dengan menjalani protokol kesehatan merupakan bagian dari perjuangan juga. Dan itu yang muncul pada dialog dengan anak-anak. Termasuk ketika anak-anak membacakan puisi juga upaya mengingatkan mereka tentang nilai perjuangan dan kepahlawanan,” kata Meimura sebelum pentas.

Naskah Si Bung ditulis sendiri oleh Meimura dan dimainkan dengan tampilan sosok Besut tokoh Ludruk masa lalu, lengkap dengan atribut pakaian putih dan penutup kepala warna putih dan merah.

Besut sambil memainkan Wayang Suket mengingatkan masyarakat bahwa di masa pandemi seperti saat ini masyarakat agar tetap menjaga kewarasan.

SSPF yang akan digelar dua sejak hari ini, Sabtu (13/11/2021) sampai besok, Minggu (14/11/2021), mengajak serta beragam komunitas dan UMKM di Kota Pahlawan.

Kegiatan ini berlangsung untuk memeriahkan peringatan Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap 10 November.

Komunitas Disabilitas Berkarya jadi satu di antara peserta SSPF 2021 di hall Suara Surabaya Center, yang akan menampilkan karya-karya foto anak-anak disabilitas.

Eko satu diantara aktivis Disabilitas Berkarya menyampaikan, foto-foto yang dipamerkan adalah karya anak-anak disabilitas yang punya keinginan untuk bisa membuat atau memotret apa saja.

“Obyeknya beragam, sesuai dengan keinginan anak-anak,” ujar Eko.

Sementara itu perajin dengan label Redbrick menggelar aneka asesoris yang dibuat dengan bahan dasar Lego. Mulai tali masker, sampai gantungan kunci dan gelang yang dikreasikan sedemikian rupa.

“Seluruhnya dikerjakan handmade. Seluruhnya adalah karya kami sendiri,” kata Albert pemilik redbrick.(tok)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Sabtu, 13 Agustus 2022
24o
Kurs