Sabtu, 21 Mei 2022

Macet di Bentang Tengah Jembatan Suramadu, Penumpang Kendaraan Umum Pilih Jalan Kaki

Laporan oleh Anton Kusnanto
Bagikan
penumpang-turun-dari-kendaraan-umum Banyak pengendara yang harus bersabar menunggu antrean ini. Tapi banyak pula penumpang kendaraan umum yang memilih turun dan berjalan kaki. Foto: Anton suarasurabaya.net

Penyekatan dan tes antigen di kaki Jembatan Suramadu arah Surabaya yang berlangsung sampai Minggu (6/6/2021) sore menyebabkan kemacetan panjang hingga di bentang tengah jembatan Suramadu. Banyak pengendara yang harus bersabar menunggu antrean ini. Tapi banyak pula penumpang kendaraan umum yang memilih turun dan berjalan kaki.

Pantauan suarasurabaya.net di lokasi, cukup banyak penumpang kendaraan umum baik bus besar maupun bus mini yang turun untuk berjalan kaki melanjutkan perjalanan ke arah Surabaya. Mereka rela berjalan kaki sejauh kurang lebih dua sampai tiga kilometer dari kendaraan mereka terjebak macet sampai ke Surabaya.

Ibnu adalah salah satu penumpang bus yang memutuskan turun dan berjalan kaki. Kepada suarasurabaya.net dia sampaikan, dia sedang bersama istri dan kedua anaknya sedang perjalanan ke rumah saudaranya di sekitar Jalan Kedung Cowek Surabaya. Karena kendaraan umum yang mereka tumpangi terjebak macet, mereka memilih turun dan berjalan kaki ke tujuan.

Tidak hanya Ibnu, ada sejumlah keluarga yang juga memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Situasi ini harus terjadi akibat adanya penyekatan dan tes antigen yang masih berlangsung di kaki Jembatan Suramadu menuju Surabaya oleh petugas gabungan Forkopimda Pemkot Surabaya.

Kemacetan panjang hingga ke bentang tengah Jembatan Suramadu ini cukup mengkhawatirkan. Ini seperti disampaikan oleh Herlambang Zulfikar Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Jembatan Suramadu dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Wilayah Jatim kepada Radio Suara Surabaya.

Dia mengingatkan, bentang tengah Jembatan Suramadu itu hanya disangga oleh kabel. Jembatan Suramadu itu, kata dia, memang tidak didesain untuk menahan beban yang besar dalam waktu lama di bentang tengah. Karena itu, bila kendaraan masih menumpuk di bentang tengah jembatan, dia mengkhawatirkan hal yang tidak diinginkan bisa terjadi.

Sebelumnya, Febria Rachmanita Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang akrab disapa Feni mengakui, dari sisi Surabaya dia memang melihat motor dan mobil dari arah Madura memang terus mengalir. Karena itu dia berharap pemerintah setempat untuk sementara waktu membatasi akses pengendara yang hendak menuju ke Surabaya.

Penyekatan dan penerapan tes cepat antigen di kaki Suramadu arah Surabaya ini, kata Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, dilakukan untuk mencegah penyebaran virus akibat adanya perjalanan orang. Seperti diketahui, saat ini di Bangkalan terjadi peningkatan kasus Covid-19 secara eksponensial. Eri khawatir virus itu menyebar ke Surabaya.

Wali Kota Surabaya memastikan, penerapan penyekatan kendaraan dan tes antigen di lokasi ini akan dilakukan oleh petugas gabungan yang dibagi tiga shift sampai kasus di Bangkalan terkonfirmasi benar-benar melandai. Setidaknya ada lebih dari 170 orang petugas tes usap dari 63 puskesmas dan RSUD Dr Soewandhie Surabaya yang terlibat dalam kegiatan ini.(den)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 21 Mei 2022
29o
Kurs