Rabu, 22 Mei 2024

Menkes Klarifikasi Pernyataan Wakilnya Soal Penanganan Covid-19 DKI Jakarta Terburuk di Indonesia

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan didampingi Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur saat hadir di acara vaksinasi. Foto: Totok suarasursbaya.net</b<

Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan RI mengklarifikasi kesimpangsiuran informasi soal pernyataan wakilnya bahwa penanganan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta yang terburuk di Indonesia.

Menurutnya, ada kesalahpahaman penilaian yang disampaikan Dante Saksono Harbuwono Wakil Menteri Kesehatan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (27/5/2021).

Dia menjelaskan, penilaian yang disampaikan Dante bukanlah penilaian yang diberikan Kementerian Kesehatan terhadap kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Budi Gunadi mengatakan, penilaian itu indikator risiko berdasarkan analisa internal Kementerian Kesehatan yang dipakai untuk mengetahui laju penularan Covid-19 dan respon pemerintah daerah.

Atas kesalahpahaman yang terjadi, Menteri Kesehatan menyampaikan permintaan maaf.

“Saya sampaikan permohonan maaf dari saya pribadi dan selaku Menteri Kesehatan atas kesimpangsiuran berita yang tidak seharusnya terjadi,” ujarnya melalui video konferensi, Jumat (28/5/2021).

Sekadar informasi, Dante Saksono Harbuwono Wakil Menteri Kesehatan RI memaparkan tabel penilaian kualitas penanganan pandemi di 34 provinsi di Indonesia.

Dia sampaikan itu di hadapan Anggota DPR RI. Dia jelaskan, variasi penanganan pemerintah daerah diberi tanda abjad dari A sampai E. DKI Jakarta satu-satunya daerah yang dapat nilai E.

Nilai A diberikan untuk daerah yang laju penularannya minim, tidak ada kasus impor yang masif, dan kapasitas respons dalam penanganan yang sangat memadai sampai cukup memadai.

Sedangkan nilai E di suatu daerah menandakan transmisi komunitas ada di level empat dan respons yang masih terbatas.

Transmisi komunitas level empat artinya Pemprov DKI Jakarta melaporkan lebih dari 150 kasus per 100 ribu penduduk per pekan, merawat lebih dari 30 pasien per 100 ribu penduduk per pekan, dan melaporkan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk per pekannya.(rid/dfn)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya
Surabaya
Rabu, 22 Mei 2024
31o
Kurs