Minggu, 18 April 2021

Meski Turun, BOR Rumah Sakit Rujukan di Sidoarjo Masih 80 Persen Lebih

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Hudiyono PJ Bupati Sidoarjo. Foto: Denza suarasurabaya.net

Tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) ruang isolasi rumah sakit rujukan di Sidoarjo diklaim menurun selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid pertama.

Hudiyono Penjabat Bupati Sidoarjo mengatakan, BOR ruang isolasi untuk merawat pasien terjangkit Covid-19 di Sidoarjo sempat mencapai 91 persen di awal-awal pelaksanaan PPKM.

“BOR tempat isolasi sempat 91 persen. Saat ini menjadi 86 persen. Sedangkan BOR ICU masih relatif sangat tinggi, sekitar 78-81 persen,” ujar Hudiyono kepada suarasurabaya.net, Selasa (26/1/2021).

Pria yang juga Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Pemprov Jatim itu membeberkan, tingginya tingkat keterisian tempat tidur ICU itu sekarang yang menjadi perhatiannya. Dia sudah mendapatkan perintah dari Gubernur.

“Jadi di ICU itu, tadi menurut Bu Gubernur, kematian tertinggi ada di sana. Terutama di ICU IGD. Itu 30 persen. Tadi saya lihat di RSUD Sidoarjo sudah mengantre tiga pasien. Ini jadi perhatian kami,” katanya.

Dia tidak menjelaskan lebih lanjut, bagaimana cara Pemkab, yang masih akan dia pimpin sampai Februari mendatang, mengatasi tingginya BOR di rumah sakit rujukan Covid-19 di Sidoarjo.

Hudiyono mengakui, kasus baru dan kasus aktif di Sidoarjo sempat naik. Selama penerapan PPKM, kasus baru dan aktif menurun pada 24 dan 25 Januari lalu. Hudiyono sudah melaporkan ini.

“Saya tadi melapor ke Pemprov Jatim hasil PPKM di Sidoarjo. Kecamatan di Sidoarjo yang zona kuning 50 persen. Sisanya zona oranye,” ujarnya.

Satu indikator lagi yang menunjukkan perbaikan, kata Hudiyono, adalah Rate of Transmission atau tingkat penularan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo yang menurun dari 1,13 menjadi 1,08.

“Jadi sekarang ini kasus aktif di Sidoarjo itu rangking 17 di Jatim dan menjadi kasus aktif terendah di Surabaya Raya. Saya harap Rate of Transmission ini dengan adanya PPKM tahap kedua bisa di bawah 1,” katanya.

Hudiyono juga berterima kasih kepada masyarakat Sidoarjo yang telah meningkatkan kepatuhan dalam salah satu poin penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

“Kepatuhan bermasker di beberapa lokasi meningkat. Saya juga sudah laporkan ini ke Bu Gubernur, kepatuhan bermasker di Sidoarjo ini mencapai 90 persen,” ujarnya. “Saya harap lebih meningkat lagi.”(den/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Minggu, 18 April 2021
33o
Kurs