Selasa, 5 Juli 2022

Oksigen Sulit, Khofifah: Tabungnya yang Sulit Didapat

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengungkapkan, muara terjadinya kelangkaan atau kesulitan rumah sakit mengakses oksigen karena tabung oksigen yang menurutnya sulit didapatkan.

“Saya kemarin ke salah satu industri oksigen terbesar di Indonesia. Sebenarnya, oksigen kita cukup. Tetapi kalau kemudian digandengkan dengan kekurangan, ini karena ada pengembangan baru di tenda dengan pasien banyak,” ujarnya.

Lonjakan pasien Covid-19 yang terjadi di Jawa Timur membuat sebagian besar rumah sakit rujukan di Jatim penuh. Seiring itu, kebutuhan oksigen untuk pasien bergejala sedang dan berat meningkat.

Kemarin, dalam keterangan tertulisnya, Khofifah meminta semua RS di Jawa Timur proaktif untuk mengisi tabung oksigen ke distributor atau pabrik produsen oksigen yang ada.

Masalahnya, kata Khofifah, ada pada tabung atau silinder untuk memuat oksigen. Ditambah keterbatasan kemampuan produsen oksigen menyuplai kebutuhan rumah sakit yang terus melonjak.

“Antara tabung atau silinder dengan oksigen ini sesuatu yang berbeda. Tidak semua tersuplai tabungnya. Jadi tolong kalau ada rumah sakit yang tabungnya kosong langsung dibawa ke produsen. Karena ada keterbatasan tenaga dan keterbatasan armada,” ujarnya.

Khofifah memaparkan itu saat menjadi salah satu pemateri dalam program Training Camp Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa kerja sama Suara Surabaya dengan Universitas Surabaya, Sabtu (11/7/2021).

Dia mengimbau setiap rumah sakit yang memiliki kebutuhan oksigen tinggi segera mengecek, apakah ada tabung oksigen mereka yang memang kosong dan segera proaktif datang ke pabrik atau distributor.

“Karena hari ini tabung memang sulit untuk mendapatkannya. Jadi bukan karena suplai oksigennya, kalau di Jatim. Pengadaan tabung ini sedang dilakukan pemerintah pusat mudah-mudahan bisa segera datang,” katanya.(den)

Berita Terkait

Surabaya
Selasa, 5 Juli 2022
27o
Kurs