Rabu, 19 Januari 2022

Operasi Pasar, Pemkot Memastikan Stok Bahan Pokok Aman

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Operasi Pasar digelar di setiap kecamatan hingga tanggal 23 Desember, Jumat(3/12/2021). Foto : Humas Pemkot Surabaya

Wiwiek Widayati, Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag)Kota Surabaya, memastikan ketersedian stok bahan pokok di Kota Surabaya menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) cukup aman.

Sebab, pihaknya juga terus berusaha untuk menjaga stabilitas harga sembako di Kota Surabaya.

“Mendekati Nataru biasanya terjadi lonjakan harga, tapi kami pastikan InsyaAllah itu tidak terjadi. Untuk stok kebutuhan pokok menghadapi Nataru dipastikan masih aman,” ujarnya.

Pemkot Surabaya melalui Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya juga menggelar operasi pasar di setiap kecamatan.

Wiwiek Widayati, mengatakan, kegiatan operasi pasar itu untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang Nataru.

Pelaksanaan operasi pasar itu juga terus digelar sampai 23 Desember 2021, yakni sebelum penerapan PPKM Level 3 di Kota Surabaya.

“Kami menggelar operasi pasar di dua kecamatan setiap harinya. Kemudian untuk sembako atau bahan pokok yang ada pada kegiatan operasi pasar, disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga,” kata Wiwiek, Jumat (3/12/2021).

Wiwiek menjelaskan, untuk harga kebutuhan pokok yang dijual pada kegiatan operasi pasar menjelang Nataru, di antaranya adalah cabai rawit Rp 4.500 per ons, bawang putih Rp. 12.500 per ½ kg, bawang merah Rp. 8.000 per ½ kg, minyak goreng Rp. 17.500 per liter, gula pasir Rp. 11.600 per 1 kg, telur ayam Rp. 18.500 per 1 kg, dan beras palur Rp. 45.500 per 5 kg.

“Harga pada operasi pasar per liternya untuk kemasan minyak sederhana, kita menjual Rp 17.500 karena di pasaran sudah mencapai angka Rp 18. 500 per liternya,” jelas dia.

Sementara itu,  Trio Wahyu Bowo  Kepala Bidang Distribusi Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya menjelaskan, pelaksanaan kegiatan operasi pasar menjelang Nataru mulai  1 Desember lalu.

Sedangkan untuk lokasi pelaksanaan operasi pasar, pihaknya telah berkoordinasi dan berkirim surat kepada kecamatan.

“Yang menentukan lokasi adalah Camat dan Lurah. Kami juga membatasi setiap pembelian, warga hanya bisa membeli masing-masing komoditi maksimal 2 kg saja dan masyarakat bisa datang di operasi pasar mulai pukul 09.00 Wib sampai pukul 11.00 Wib,” katanya.

Trio menambahkan, setiap operasi pasar yang digelar oleh Disperindag, selalu mendapat antusiasme dari warga Kota Surabaya.

Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat yang hendak belanja untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Operasi pasar ini bertujuan untuk mendekatkan kebutuhan warga, sehingga warga tidak perlu ke pasar atau ke toko modern untuk membeli sembako. Maka, warga tetap dianjurkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan,” himbaunya. (man/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Rabu, 19 Januari 2022
25o
Kurs