Selasa, 15 Juni 2021

Pagar Kejujuran Implementasi Unjung-unjung di Tengah Pandemi

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Trisnadi dan satu diantara puteranya saat memasang amplop pada Pagar Kejujuran. Foto: totok suarasurabaya.net

Pandemi Covid-19 yang belum usai saat Idul Fitri 1442 H ini menjadikan aktivitas masyarakat yang merayakannya memang dibatasi. Termasuk saat bersilaturahmi, Unjung-unjung kepada tetangga atau kerabat juga wajib mematuhi protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah. Tetap bermasker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Karena itu, ini adalah upaya mengingatkan masyarakat, agar tetap patuh protokol kesehatan, karena pandemi masih belum selesai. Ini juga mengingatkan anak-anak yang biasanya unjung-unjung saat Lebaran atau Idul Fitri untuk tetap menjaga diri dengan menjalankan protokol kesehatan. Sengaja diberi nama Pagar Kejujuran,” terang Trisnadi Marjan fotografer Associated Press inisiator Pagar Kejujuran, Kamis (13/5/2021).

Usai salat Idul Fitri 1442 H, Trisnadi memasang sejumlah amplop berisi uang pada pagar depan rumahnya. Satu persatu dari sekitar 150 lembar amplop berisi uang tersebut dipasang sedemikian rupa agar dapat dijangkau oleh anak-anak. Trisnadi sendiri menjadwalkan membagikan sekurangnya 300 lembar amplop selama Idul Fitri 1442 H.

Dan tidak lama kemudian ketika sejumlah tetangga mendatangi rumah Trisnadi, dari dalam rumah Trisnadi menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa menemui secara langsung para tamunya. Sapa dan saling berucap selamat Idul Fitri dan permintaan maaf pagi itu dilaksanakan dibatasi dengan pagar. Maklum, Trisnadi menerapkan protokol kesehatan.

Lalu kepada anak-anak yang mengikuti para orang tuanya bersilaturahmi ke rumah Trisnadi pagi di Idul Fitri 1442 H itu dipersilahkan mengambil amplop yang sebelumnya sudah dipasang pada pagar rumah. “Ayo ambil saja. Satu anak, ambil satu amplop. Jujur yaa kalian, ayooo silahkan,” kata Trisnadi memberikan kesempatan anak-anak memilih amplop yang terpasang di Pagar Kejujuran.

Menurut Trisnadi, apa yang dilakukannya adalah sekalian mengajak warga sekitar Desa Kureksari, tempat tinggalnya, tetap ingat dan menjalankan protokol kesehatan dikarenakan pandemi Covid-19 yang memang masih belum rampung, dengan tindakan nyata, mudah dilakukan dan tidak merepotkan.(tok)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran di Tanjungsari

Kemacetan di Tol Waru arah Dupak

Gerhana Bulan Total di Waru

Surabaya
Selasa, 15 Juni 2021
26o
Kurs