Jumat, 7 Oktober 2022

Penanganan Bencana Semeru Berfokus ke Fase Pemulihan

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Warga dari beberapa dusun yang berada di Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, kembali di landa banjir lahar dari Gunung Semeru, diantaranya adalah Dusun Sumber Wuluh Tengah, Dusun Bondeli, Dusun Kamar Kajang, dan juga Dusun Kampung Renteng warga dievakuasi ke lapangan Sumber Wuluh, Selasa (7/12/2021). Foto: Manda Roosa suarasurabaya.net

Abdul Muhari Pelaksana Tugas Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB mengatakan penanganan bencana awan panas dan guguran Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kini berfokus kepada fase awal pemulihan.

Abdul mengatakan hal tersebut karena fase pencarian korban resmi dihentikan serta jumlah pengungsi yang semakin bertambah akibat aktivitas Gunung Semeru.

“Jadi proses ini mulai bergeser dari fokus pencarian korban ke fase awal pemulihan,” ujar Abdul dalam konferensi pers secara daring diikuti dari Jakarta, Jumat (18/12/2021).

Baca juga: 28 Jenazah Korban Bencana Semeru Telah Diambil Keluarganya

Abdul mengatakan sejak hari kesepuluh pencarian korban dan penetapan Status Tanggap Darurat Kabupaten Lumajang mulai 4-17 Desember 2021, maka tidak ditemukan lagi jasad korban.

Baca juga: Status Gunung Semeru Naik Menjadi Siaga Level 3

Dengan demikian mulai 13 Desember 2021 ditetapkan tidak ada lagi kegiatan pencarian jasad korban hilang. Namun, hingga 16 Desember 2021 jumlah pengungsi bertambah yang sudah mencapai 10.571 jiwa.

“Ini yang menjadi fokus perhatian saat ini dan ke depan bahwa kita harapkan masyarakat terdampak tidak terlalu lama di tempat pengungsian,” ujar Abdul seperti yang dilansir Antara.

Baca juga: Operasi SAR Erupsi Gunung Semeru Ditutup

Abdul mengatakan upaya pencarian jasad korban hilang untuk saat ini akan berjalan seiring dengan proses transisi menuju awal tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, seperti pemulihan alur sungai.

Kemudian seiring peningkatan status dari level waspada menjadi level siaga terhitung pada 16 Desember 2021 diimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.

Selanjutnya tidak berada pada radius 5 km dari puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.(ant/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Mobil Mogok dan Nutup Sebagian Jalur Layang Mayangkara

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Surabaya
Jumat, 7 Oktober 2022
32o
Kurs