Jumat, 25 Juni 2021

Perangi Ujaran Kebencian, PM Selandia Baru Ajak Pelajari Algoritma Sosial Media

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Jacinda Ardern Perdana Menteri Selandia Baru. Foto: Reuters

Jacinda Ardern Perdana Menteri Selandia Baru mengatakan, jika para pemimpin dunia dan perusahaan teknologi ingin membasmi ujaran kebencian secara online, maka perlu memfokuskan upaya untuk memahami algoritme media sosial.

Ardern mengatakannya dalam pertemuan puncak virtual Christchurch Call, Sabtu (15/5/2021), untuk menandai ulang tahun kedua inisiatif global untuk mengakhiri kebencian online.

“Keberadaan algoritme itu sendiri belum tentu menjadi masalah, apakah algoritme tersebut digunakan secara etis atau tidak. Itu adalah salah satu fokus terbesar komunitas selama setahun ke depan seiring dengan perluasan jaringan itu sendiri,” kata Ardern dalam jumpa pers usai forum seperti yang dilansir dari Reuters.

Ardern mengatakan, perusahaan teknologi besar ingin menggunakan algoritme untuk intervensi positif. Ia tidak merinci bagaimana perusahaan akan mengubah penggunaan algoritma yang mendorong konten berbahaya dan mengarah pada radikalisasi.

The Christchurch Call sendiri sempat dikritik oleh mantan presiden Donald Trump Amerika Serikat dengan alasan membatasi kebebasan berbicara.

Acara tersebut dihadiri oleh para pemimpin global termasuk Emmanuel Macron Presiden Perancis dan Boris Johnson Perdana Menteri Inggris.(tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran di Tanjungsari

Kemacetan di Tol Waru arah Dupak

Gerhana Bulan Total di Waru

Surabaya
Jumat, 25 Juni 2021
30o
Kurs