Jumat, 3 Desember 2021

Perempuan Paruh Baya Dilaporkan Hilang, Ternyata Meninggal Tertabrak Kereta Api

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Ilustrasi. Grafis: Bram suarasurabaya.net

Nurhasanah, perempuan berusia 58 tahun, yang kemarin, Sabtu (23/10/2021), dilaporkan hilang dari daerah Bulak Rukem, Surabaya, ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat kecelakaan.

Nurhasanah menjadi korban kecelakaan kereta api di Asem Jajar, Bubutan Surabaya di hari yang sama.

Sebelumnya, pada Sabtu (23/10/2021), Rosi, pria 23 tahun warga Bulak Rukem, Surabaya lapor ke Radio Suara Surabaya bahwa dirinya telah kehilangan bibi. Rosi mengatakan, bibinya itu pergi tanpa pamit sekitar pukul 13.00 WIB dari rumah anaknya di Jalan Bulak Rukem.

Menurut keterangan Rosi, Nurhasanah mengalami depresi selama empat bulan terakhir semenjak sang adik meninggal dunia.

“Kalau masalah keluarga nggak ada mbak, tapi budhe saya depresi. Sebelumnya pernah pergi dari rumah, tapi nggak jauh,” kata Rosi pada Sabtu petang.

Saat itu, ada tetangga yang sempat melihat Nurhasanah berjalan kaki mengarah ke Jalan Gading sambil membawa kresek hitam.

Menurut pihak keluarga, Nurhasanah pergi tanpa membawa KTP maupun handphone.

Rosi menambahkan, bibinya pergi menggunakan daster hitam motif bunga berwarna kuning dan berkerudung coklat.

Informasi kehilangan Nurhasanah lalu diudarakan ke Radio Suara Surabaya dan dibagikan di laman Facebook e100.

Hingga besoknya, yaitu hari ini Minggu (24/10/2021), seorang petugas palang pintu kereta api bernama Agung, secara kebetulan membaca unggahan e100. Ia langsung melaporkan ke SS saat ia tahu, bahwa ada korban kecelakaan di kereta api di Asem Jajar dengan ciri-ciri seperti Nurhasanah.

“Kemarin siang di Asem Jajar ada kecelakaan, sudah ditangani Polsek Bubutan. Ciri-cirinya ibu-ibu pakai daster hitam motif bunga-bunga kuning. Sudah di bawa ke kamar mayat RSUD dr. Soetomo,” kata Agung.

Mendengar itu, tim Gatekeeper SS FM langsung menghubungi Rosi selaku keluarga terkait informasi tersebut. Pihak keluarga pun langsung mendatangi kamar mayat RSUD dr.Soetomo mengecek, apakah korban kecelakaan tersebut benar adalah Nurhasanah.

Dan ternyata benar. Dengan suara yang lirih dan sedih, Rosi membenarkan bahwa jenazah korban kecelakaan kereta api itu adalah bibinya.

“Iya, itu budhe saya …. Ini mau dibawa ke pemakaman, tapi dibawa pulang dulu ke Madura,” kata Rosi.(tin/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
29o
Kurs