Selasa, 7 Desember 2021

Plh Sekdaprov Jatim: Kalau Bisa Vaksinasi Mencapai 250 Ribu dalam Sehari

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Heru Tjahjono Plh Sekdaprov Jatim. Foto: dok. suarasurabaya.net

Heru Tjahjono Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur mengatakan, saat ini Pemprov Jatim sedang menggenjot vaksinasi massal. Di tengah suplai vaksin dari pemerintah pusat yang tidak terlalu lancar, menurutnya Pemprov Jatim tetap menargetkan capaian hingga ratusan ribu warga yang dapat vaksin dalam sehari.

“Senin kemarin, laporan dari Pak Dokter Kohar (Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim), vaksinasi bisa mencapai 240 ribu sekian sehari. Kalau bisa per hari 250 ribu. Nah ini terus digenjot. Bersamaan dengan itu, aplikasi peduli lindungi harus kami sosialisasikan sebagai syarat melakukan aktivitas di masyarakat,” ujarnya ketika mengudara di Radio Suara Surabaya, Selasa (31/8/2021).

Seperti diketahui, sebagaimana amanat Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 38/2021, aplikasi peduli lindungi segera diwajibkan menjadi alat skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung yang masuk ke fasilitas produksi, konstruksi, pelayanan, dan wilayah administrasi perkantoran sejumlah sektor kritikal mulai 7 September 2021 mendatang.

Tidak hanya itu, pentingnya capaian vaksinasi juga diperlukan untuk menunjang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMA/SMK dan SLB, yang sudah dimulai sejak Senin (30/8/2021) kemarin, di sejumlah sekolah. Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim sebelumnya sempat menyampaikan, capaian vaksinasi untuk pelajar SMA/SMK masih cukup rendah dan perlu ditingkatkan demi kenyamanan dan keamanan pelaksanaan PTM terbatas.

Selain itu, kata Heru, Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya juga sedang fokus melaksanakan tracing kontak erat pasien-pasien terkonfirmasi positif Covid-19. “Tadi malam Pak Kohar juga kami tugaskan ke beberapa daerah mengecek isoter dan vaksinasi. Siang nanti Bu Gubernur juga rapat dengan Pak Wahid dengan kepala sekolah bersama dokter kohar untuk persiapan melakukan desain pembelajaran tatap muka yang punya kualitas yang diinginkan,” ujar Heru.

Semua langkah itu, kata Heru, dilakukan Pemprov Jatim untuk mempertahankan situasi di Jawa Timur yang bisa dibilang mulai terkendali karena daerah dengan status PPKM level 4 makin berkurang. Namun, soal vaksinasi ini, Heru mengakui bahwa distribusi dari pusat memang agak telat. Meski pada akhirnya Senin kemarin Jatim akhirnya mendapatkan total ratusan ribu dosis untuk memenuhi kebutuhan.

“Bu Gubernur menugaskan dr kohar dan Pangdam dengan Kakesdam, juga Kapolda dengan kabidokkes terus keliling mengevaluasi mencari tahu apa yang menjadi kendala? Memang vaksinnya masih terbatas, seperti Minggu kemarin hanya dapat 15 ribu. Mungkin karena Hari Minggu, ya. Tapi Senin kemarin (dapat) 248 ribu sekian,” ujarnya.

Tidak hanya memastikan ketersediaan vaksinasi, Pemprov Jatim melalui Plt Kepala Dinas Kesehatan terus berkoordinasi dengan Kepala Kesehatan Kodam V/Brawijaya, juga Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jatim berkaitan dengan ketersediaan tenaga kesehatan.

“Jadi inilah yang kami lakukan. Vaksinasi jalan, prokes jalan, pergerakan ekonomi juga jalan, dan sosialiasi sudah dilakukan. Seminggu lalu, Kepala Disparta juga sudah melakukan sosialisasi ke hotel-hotel terkait kegiatan rapat dan sebagainya terkait penerapan akun peduli lindungi. Itu yang harus kita lakukan agar kita bisa beraktivitas meski harus hidup berdampingan dengan Covid-19,” katanya.(den/iss/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 7 Desember 2021
26o
Kurs