Minggu, 28 November 2021

Program Rehabilitasi Irigasi Kementan Mulai Dirasakan Petani Jatim

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Ilustrasi. Foto diudara irigasi pertanian di areal pesawahan. Foto: Antara

Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat khususnya para petani di Jatim. Karena, program tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas dan memperluas areal tanam.

Murtazam Kepala Desa Grejek, Kecamatan Tambak, Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur menilai, dampak program pemangunan irigasi mulai dirasakan para petani di daerahnya.

“Dampak pembangunan irigasi sangat berdampak yang semula hanya masa tanam satu kali, sekarang bisa dua kali. Jelas dapat meningkatkan hasil pertanian karena tanaman sudah tidak kekurangan air lagi,” katanya dalam rilis yang diterima suarasurabaya.net, Rabu (7/4/2021).

Murtazam mengungkapkan, dari jumlah 50 Hektare irigasi di daerahnya sekarnag yang sudah terbangun baru 26 Hektare. Ke depan dia sangat berharap sisa dari bangunan irigasi yang belum terbangun bisa terselesaikan sehingga pertanian bisa lebih baik lagi.

Sementara di tempat lain, Anton Kaharuddin Kepala Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengaku bersyukur dengan adanya program RJIT ini berdampak sangat baik terhadap petani di desa-desa.

“Alhamdulillah luas lahan irigasi di daerah kami saat ini mencapai 63 hektare. Sehingga air untuk pertanian terpenuhi secara teratur sesuai kebutuhan tanaman pada saat persediaan air di dalam tanah tidak mencukupi, untuk mendukung pertumbuhan tamanan. Sehingga tanaman bisa tumbuh normal dan baik,” paparnya.

Bahkan, lanjut Anton, program RJIT juga berdampak luar bisa terhadap masa tanam dua sampai tiga kali, pada masa jeda, petani bisa menanam tanaman lain, seperti Palawija. Hal itu juga dapat menambah luas lahan sawah yang terairi.

“Selain itu juga ada penambahan tanaman seperti jagung menjadi lima ton dari sebelumnya hanya sekitar dua ton. Selain itu, juga terjadi peningkatan pada produktifitas pertanian di musim tanam ke dua, misalnya adanya penambahan kedelai tiga ton dari sebelumnya satu ton,” jelasnya.

Kendati demikian, Anton berharap, program irigasi dari pemerintah tersebut bisa terus ditingkatkan dan dipertahankan. “Kami berharap ada proyek perbaikan irigasi lebih banyak lagi,” tandasnya.

Sekadar diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) sesuai dengan kebutuhan petani. Sebagian besar dananya disalurkan melalui sistem swakelola petani.

Syahrul Yasin Limpo (SYL) Menteri Pertanian (Mentan) menjelaskan, program RJIT merupakan faktor penting dalam proses usaha tani yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan luas areal tanam.

“Kita telah mengerjakan RJIT tahun 2020 seluas 135.861 hektar. RJIT ini dialokasikan di daerah melalui dana Tugas Pembantuan,” kata Mentan SYL, sebulan lalu.

Dia mengatakana, pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai. Kementan telah mengalokasikan lagi pada tahun 2021 Irigasi Perpipaan sebanyak 4.380 unit melalui dana Tugas Pembantuan di daerah. (bid/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
28o
Kurs