Selasa, 6 Desember 2022

Puskesmas Surabaya Gencarkan Vaksinasi Lansia Door to Door

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Program vaksinasi door to door dilakukan setiap hari oleh semua puskesmas di Surabaya. Dalam satu hari, setiap puskesmas menargetkan 300 sasaran yang terdiri dari lansia dan pelayan publik. Sementara hingga saat ini, total lansia yang sudah divaksin mencapai 210 ribu, dari total target sasaran 253 ribu. Sabtu (22/5/2021). Foto: Manda suarasurabaya.net

Febria Rachmanita Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menegaskan, sejak Ramadan seluruh petugas puskesmas terapkan sistem door to door atau jemput bola.

Sistem ini sengaja diterapkan untuk membantu para lansia yang tidak bisa datang ke puskesmas atau titik lokasi vaksinasi massal yang telah ditentukan.

“Tujuannya untuk memvaksinasi para lansia yang tidak bisa datang ke puskesmas ataupun ke lokasi-lokasi yang kita lakukan vaksinasi massal. Bisa jadi karena mereka tidak ada yang antar, atau tidak bisa jalan. Jadi kita jemput, kita datang langsung, vaksin di tempat,” kata Febria, Sabtu (22/5/2021).

Vaksinasi door to door tak hanya menyasar kepada para lansia. Tapi, pedagang kaki lima (PKL) hingga penjual di warung-warung juga menjadi sasaran vaksinasi door to door. Sebab, Kata Febria para pedagang ini juga termasuk dalam kategori petugas pelayan publik.

Program vaksinasi door to door dilakukan setiap hari oleh semua puskesmas di Surabaya. Dalam satu hari, setiap puskesmas menargetkan 300 sasaran yang terdiri dari lansia dan pelayan publik.

Sampai sekarang, total lansia di Surabaya yang sudah mendapatkan vaksinasi mencapai 210 ribu dari total target sasaran 253 ribu.

“Setiap hari, semua puskesmas melakukan vaksinasi door to door. Intinya target puskesmas 1 hari 300 sasaran. Terdiri dari lansia dan pelayanan publik. Ini terus berjalan sampai akhir Mei 2021,” jelasnya.

Setelah akhir Mei 2021,  vaksinasi akan memasuki tahap ketiga. Febria menyebut, vaksinasi tahap ketiga ini bakal menyasar kelompok disabilitas, ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) serta masyarakat geospasial seperti MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).

“Vaksinasi tahap ketiga ini terdiri dari disabilitas, ODGJ, dan masyarakat geospasial yang MBR. Itu semua akan kami vaksin,” katanya.

Selain vaksinasi tahap ketiga, Pemkot Surabaya juga bersiap mengawal pelaksanaan program vaksinasi gotong-royong.

Vaksinasi ini akan menyasar para karyawan di perusahaan. Febria bilang, di Surabaya saat ini sudah ada 72 perusahaan yang mendaftar dengan total 110 ribu sasaran. (man/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Selasa, 6 Desember 2022
25o
Kurs