Senin, 27 September 2021

Rumah Sakit di Empat Wilayah Korwil PERSI Jatim Hampir Penuh

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi. Petugas medis memindahkan pasien ke ruang isolasi dalam Simulasi Penanganan Pasien Corona di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). Foto : Antara

Dokter Dodo Anondo Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jatim mengakui, hampir seluruh rumah sakit di Jawa Timur saat ini tingkat keterisian utilitas tempat tidurnya terus meningkat. Bahkan sebagian di antaranya sudah hampir menyentuh angka 100 atau hampir penuh.

Berdasarkan data PERSI Jatim dari delapan Koordinator Wilayah, ada empat wilayah yang saat ini tingkat keterisian tempat tidurnya sudah di atas 90 persen. Sedangkan empat Korwil lainnya, meski masih di kisaran 60 persen tapi kecenderungannya terus meningkat.

“Jadi, saya urut, ya. Korwil Surabaya itu sudah 90 persen semua utilitasnya. Korwil Madura hampir sama terutama di Bangkalan (90 persen). Korwil Lamong, Bojonegoro, Tuban itu juga sudah full, 90 persen ke atas. Korwil Madiun juga sama sudah hampir penuh, 90 persenan, lah,” ujarnya kepada suarasurabaya.net

Adapun empat Korwil lainnya, untuk wilayah Kediri di kisaran 50-60 persen. Wilayah Malang saat ini sekitar 30-50 persen, tapi menurut Dodo sudah menunjukkan tanda-tanda merangkak naik. Kemudian Korwil Selatan Surabaya (Sidoarjo, Mojokerto, Jombang) juga sudah mulai naik menjadi 50-60 persen.

Korwil terakhir adalah Korwil Besuki yang mewilayahi Kabupaten/Kota Probolinggo, Kabupaten/Kota Pasuruan, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Jember, dan Lumajang. Tingkat keterisian tempat tidur isolasi maupun ICU yang tersedia di rumah sakit di sana juga mulai meningkat sekitar 60 persen.

“Saya sudah menyarankan semua Direktur Rumah Sakit di Jawa Timur. Walau pun bukan RS rujukan agar tetap siap-siap menampung pasien Covid-19. Setidaknya menyiapkan ruang isolasi khusus. Walau pun tidak punya ICU, setidaknya ruangan untuk isolasi bagi pasien gejala ringan atau pasien tanpa gejala,” katanya.

Dodo sendiri sebagai Ketua PERSI Jatim mengaku sudah memperkirakan lonjakan kasus ini akan terjadi pascalebaran 2021. Karena itu sejak 14 Mei lalu, bertepatan dengan lebaran kedua Idul Fitri 1442 Hijriah, dia menandatangani surat edaran PERSI Jatim kepada seluruh rumah sakit anggota agar melakukan pengecekan sarana prasarana dan SDM.

“Saya itu lihat di televisi, antrean pemudik seperti itu. Sampai menyerobot dan lain-lain. Jadi kami sudah memperkirakan ini. Makanya lebaran kedua itu saya buat edaran supaya RS mengecek ketersediaan tempat tidur. Sekarang saya ingatkan lagi, selain mengecek bed, rumah sakit juga agar mengecek alat kesehatan, APD, obat-obatan, dan SDM,” katanya.

Namun, Dodo menekankan, lonjakan kasus yang diduga karena masuknya sejumlah virus corona varian baru, termasuk Virus Corona Varian Delta dari India dengan penularan cepat tidak bisa hanya mengandalkan kesiapan hilir, di rumah sakit. Dia tegaskan, penanganan Covid-19 ini juga bergantung pada penanganan di hulu, yakni mobilitas masyarakat.

“Saya bolak-balik katakan. Kalau hulu itu nggerojok terus, hilirnya akhirnya banjir, ya. Membludak. Makanya, kuncinya ada di masyarakat. Taat lah, disiplin lah, stay at home!” Kata Dodo.(den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Senin, 27 September 2021
34o
Kurs