Jumat, 3 Desember 2021

Sambut Musim Hujan, Pemkot Surabaya Tambah Kapasitas Saluran Air

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Pengerjaan tanggul kali lamong di Sumberejo Surabaya. Foto: Dinas PU Binamarga Surabaya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya telah menyiapkan rencana mitigasi penanggulangan banjir di beberapa titik wilayah Surabaya.

“Kita menambah kapasitas saluran, melakukan pengerukan saluran, pedestrian baik secara manual maupun alat berat,” jelas Erna saat dihubungi Radio Suara Surabaya pada, Rabu (20/10/2021).

Erna menyatakan bahwa saluran-saluran peninggalan Belanda sudah tidak memenuhi kapasitas. Sehingga pihaknya melakukan pelebaran dan pendalaman saluran untuk mempercepat aliran air saat hujan deras sehingga terhindar dari banjir.

Selain itu pengerukan juga dilakukan di jembatan lama yang ada di Surabaya karena dasarnya terlalu rendah sehinggah menghambat alirannya, contohnya dari jembatan Opak arah Darmo kemudian di Diponegorom, dan Cimanuk.

“Jembatan lama itu kami keruk dasarnya agar cepat sampai ke pompanya dan menghindari perluapan air,” katanya.

Erna Purnawati juga membagikan pengalaman saat mengerjakan box culvert di babat jerawat yang hari ini sudah selesai dalam masa perbaikan.

“Itu pengalaman yang pertama, selama 50 hari itu kami dapat 800 dumtruk tanah endapan. Hari ini sudah selesai pengerjaan namun belum bisa dilewati karena masih mengembalikan box-box itu kembali,” ujarnya.

Erna juga menyebutkan beberapa sungai yang sudah selesai dikeruk, contohnya sungai lamong yang telah selesai dikeruk mulai sepanjang sungai hingga sampai gembong.

“Itu kita sudah ketemu jalan akses dan dibuat tanggul tinggi dari tanaghasil pengerukan box culvert,” kata Erna.

Sungai Lamong atau kali Lamong sendiri kata Kadin PU Bina Marga itu setelah selesai pengerjaan akan mengurangi genangan air di wilayah Gelora Bung Tomo (GBT) dan wilayah di sekitarnya.

Selain itu, titik yang akan menjadi penambahan kapasitas saluran juga direncanakan di wilayah Margorejo yang memang belum memiliki saluran dan belum tersambung dengan saluran besar.

“Dekat Jatim Expo itu tahun ini sudah kami targetkan dan box nya juga sudah jadi, sebenarnya sudah mau kami lelang namun karena adanya pandemi akhirnya terjadi refocusing anggaran,” imbuh Erna.

Selain wilayah Margorejo, Erna menyebut titik lainnya di wilayah utara Surabaya seperti di jalan Randu dan Lakarsantri. Untuk Lakarsantri perempatan perbatasan Gresik, Erna menyebut wilayah itu belum memiliki saluran tepinya namun pihaknya telah membuat rekayasa saluran untuk wilayah itu.

Selain menyoroti perkembangan beberapa wilayah yang telah berhasil dikeruk dan ditambah kapasitasnya, Erna menyebut faktor banjir juga disebabkan permasalahan masyarakat yang masih membuang sampah di Sungai.

Ia memberi kasus di wilayah Petemon yang masih rentan banjir karena faktor saluran terhambat oleh limbah atau sampah dari masyarakat.

“Minimal masyarakat tidak membuang sampah berat di sungai kalau tidak ingin adanya peluapan air sungai, seperti sampah kasur, sofa, dan pohon yang ditebang. Itu berat bagi petugas untuk membersihkannya,” tegasnya.(wld/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
29o
Kurs