Minggu, 14 Agustus 2022

Sampai Pertengahan Januari, 647 Petugas Medis dan Kesehatan Gugur Terinfeksi Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan

Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengungkapkan, dari Maret 2020 sampai pertengahan Januari 2021, sebanyak 647 orang petugas medis dan kesehatan meninggal dunia terinfeksi Covid-19.

Jumlah itu terdiri dari 289 dokter (16 guru besar), 27 dokter gigi (3 guru besar), 221 perawat, 84 bidan, 11 apoteker, dan 15 tenaga laboratorium medik.

Dokter yang gugur, 161 dokter umum (4 guru besar), 123 dokter spesialis (12 guru besar), serta 5 residen, yang keseluruhannya berasal dari 26 IDI Wilayah (provinsi) dan 116 IDI Cabang (Kabupaten/Kota).

Data tersebut dikumpulkan dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Berdasarkan perbandingan statistik testing dan populasi, kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia tertinggi di Asia, dan urutan tiga di seluruh dunia.

Merespon data itu, Adib Khumaidi Ketua Tim Mitigasi PB IDI meminta pemerintah pusat dan daerah meningkatkan strategi testing serentak kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Testing itu bukan cuma untuk screening (penyaringan), tapi juga untuk tracing (penelusuran) dan evaluasi penyembuhan. Sekarang, angka testing Covid-19 di Indonesia masih kurang dari lima persen dari total populasi penduduk Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, penularan Covid-19 tidak terkendali karena mobilitas masyarakat belakangan ini semakin meningkat.

Ketua PB IDI terpilih juga mengimbau pemerintah dan pengelola fasilitas kesehatan rutin memeriksa para pekerja medis dan kesehatan yang bertugas menangani pasien, supaya kondisi kesehatannya selalu terpantau.

Lebih lanjut, Dokter Adib menegaskan, program vaksinasi yang sudah mulai dilaksanakan di berbagai daerah merupakan salah satu upaya pencegahan (preventif), bukan untuk mengobati (kuratif).

Upaya pencegahan tidak bisa optimal kalau masyarakat mengabaikan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, membatasi mobilitas, dan menghindari kerumunan.(rid/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Minggu, 14 Agustus 2022
25o
Kurs