Rabu, 21 April 2021

Santunan Korban Meninggal Karena Covid-19 Dihapus, Risma : Kemensos Kehabisan Uang

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Tri Rismaharini Mensos berbincang dengan Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya usai menyerahkan bantuan masker di Balai Kota. Foto: Abidin suarasurabaya.net

Tri Rismaharini Menteri Sosial mengatakan, peniadaan anggaran santunan untuk korban meninggal dunia akibat Covid-19 di tahun 2021 karena tidak ada uang. Risma menjelaskan ada beberapa faktor, sehingga anggaran itu harus dihapus.

Di sela penyaluran bantuan Masker ke Balai Kota Surabaya, Minggu (28/2/2021), Risma menyebut menipisnya keuangan di Kemensos karena anggaran santunan dikeluarkan terlalu banyak di tahun 2020. Tidak terprediksi sebelumnya kalau jumlah korban Covid-19 terus meningkat.

Kemudian kata Risma, kebijakan itu juga dia sebut salah administrasi. Karena kebijakan itu dikeluarkan oleh pejabat setingkat Dirjen, padahal seharusnya setingkat Menteri.

“Sebetulnya itu nggak boleh sudah melampaui kewenangan dari Direktur (Dirjen). Pertama, itu kesalahan administrasi. Kedua, saat itu tidak dihitung berapa jumlah korban. Sehingga saat itu kurang duitnya. Untuk tahun lalu saja kurang,” ujar Mantan Wali Kota Surabaya dua periode ini.

Dengan melihat dua faktor utama itu, Risma lantas memutuskan menghentikan kebijakan pemberian santunan korban meninggal Covid-19 itu di 2021. Karena bagi Risma, tidak mungkin mengurangi dana untuk bantuan sosial dan bencana alam untuk meneruskan program santunan korban Covid-19 itu.

“Saya ngomong ‘loh ini kan nggak mungkin’ terus waktu itu diminta ngajukan padahal kita sendiri anggaran di Kementerian, seluruh kementerian itu dipotong. Terus dapat dari mana uangnya, jadi nggak mungkin saya mengada-ngadakan juga dari mana. Kan nggak mungkin yang besar di Kemensos untuk bantuan sosial (Bansos) itu warga sudah menunggu nggak mungkin dipindah,” kata Risma.

Menurutnya, anggaran pembangunan di Kemensos seluruhnya juga ditiadakan. Kemudian untuk meneruskan transfer dana bansos Covid-19 yang melalui PT Pos, dia terpaksa juga memangkas beberapa program lain.

Tidak hanya itu, Risma menyebut juga memangkas anggaran pengadaan sarana prasarana seperti truk logistik untuk dialihkan dananya ke penganan bantuan bencana alam.

“Sedangkan santunan untuk bencana alam kemarin saya hitung yang bisa hanya 3000 kurang lebih Rp 9 Miliar. Itu pun saya coba revisi ada pengadaan untuk truk saya hapus, semua dirubah untuk penanganan bencana. Karena banyak berurutan bencana musibah dari seluruh nusantara ini,” kata Risma.

Sekadar diketahui, mulai tahun 2021 bantuan dana untuk korban meninggal karena Covid-19 dihapus. Keluarga korban kini tidak bisa lagi mendapat santunan kematian dari pemerintah sebesar Rp 15 juta seperti tahun sebelumnya. (bid/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Rabu, 21 April 2021
25o
Kurs