Jumat, 3 Desember 2021

Seminar Nasional FT Unesa, Wagub Jatim: Sistem Pembelajaran Harus Terus Berinovasi

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Emil Dardak Wagub Jatim saat menghadiri seminar yang digelar Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya. Foto: Istimewa

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim mengatakan, saat ini proses mengajar mengutamakan active learning.

Dia menyampaikan itu saat menghadiri seminar nasional “Strategi Inovasi Pembelajaran dan Rekayasa Teknologi di Era Pandemi Covid-19” yang digelar Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (9/10/2021) dan Minggu (10/10/2021).

Pembelajaran tak hanya berpacu dengan dalam kelas namun juga luar kelas. Emil pun mengimbau perlunya mewujudkan dan menumbuhkan inovasi-inovasi baru dalam hal strategi pembelajaran.

Caranya dengan aktif mencari, memilih, menemukan, menganalisis, menyimpulkan, dan mengomunikasikan hasil pembelajaran dengan sumber pembelajaran yang beragam dan sesuai.

“Oleh karena itu kita harus memperluas cakrawala kita dalam dunia pembelajaran,” kata Emil.

Strategi pembelajaran, kata Emil, memang sudah harus diperbarui. Apalagi untuk metode pembelajaran yang mana peserta didik hanya sebagai pendengar.

Metode itu sudah seharusnya di-upgrade. Peserta didik juga dituntut untuk aktif.

Begitu juga dengan pengajar. Bukan hanya menyampaikan materi tapi juga dituntut memberi pemahaman kepada peserta didik.

“Hidup itu selamanya untuk belajar atau life longs learning, tidak ada batas waktu dalam belajar,” ujarnya.

Dr Maspiyah Dekan FT Unesa mengatakan, FT Unesa memiliki visi: Unggul Dalam Teknologi dan Pendidikan Kejujuran.

FT Unesa ingin berkontribusi dalam mengembangkan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi di Indonesia.

“Oleh karena itu, melalui tema acara ini, saya berharap kita bisa berkontribusi dan berinovasi dalam pembelajaran dan teknologi di masa pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.

Maspiyah juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan seminar nasional yang diselenggarakan bidang kemahasiswaan dan alumni ini.

Sementara itu, Dedy Rahman Prehanto Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FT Unesa menambahkan, era pandemi Covid-19 menyebabkan semua aktivitas terhambat. Salah satunya pembelajaran.

Dengan tuntutan kondisi pandemi seperti ini, maka inovasi strategi pembelajaran harus dimunculkan dengan memanfaatkan teknologi di tengah era revolusi industri 4.0.

“Revolusi industri 4.0 ini merupakan upaya pengembangan taraf hidup manusia menuju perbaikan, mengintegrasikan dunia online, di mana segala kegiatan produksi atau yang lain memakai internet sebagai penopang utama,” ujarnya.

Prof. Dr. Suryono Ketua Pusat Riset Sistem Informasi dan Ketua Program Doktor Sistem Informasi Universitas Diponegoro menyatakan hal senada.

Dia mengimbau agar dunia pendidikan
harus bisa mengikuti arus perubahan dalam era revolusi industri 4.0.

“Karena kalau tidak, nanti kita yang akan tergilas,” ujarnya.

Prof Suyono memaparkan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan inovasi pembentukan strategi pembelajaran di era pandemi dengan teknologi yang ada.

Prof. Drs. Herman Dwi Sudjono Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta juga turut memberikan materi.

Ia mengungkapkan, pembelajaran jarak jauh di era pandemi tetap bisa dilaksanakan secara efektif dengan teknologi informasi dan e-learning.

Sedangkan efektivitas pembelajaran ditentukan oleh efektivitas e-learning.

Latifah Nurahmi Laboratory of Engineering Systems and Controls Departement of Mechanical Engineering Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga mengurai bentuk perkembangan teknologi adalah parallel robotic.

Parallel robotic adalah perangkat mekanis yang mendukung basis tunggal atau efektor akhir dengan menggunakan beberapa rantai serial yang dikendalikan komputer.

Robot paralel dimodel dengan menggunakan perhitungan kinematika sebagai manipulator pergerakan robot.

Sementara, Prof Dr Eko Hariadi Kaprodi S3 Pendidikan Vokasi Unesa menjelaskan bahwa abad ke-21 adalah abad yang banyak tantangan.

Para individu dituntut memiliki skill yang mumpuni, salah satunya yakni kreativitas.

“Kreativitas menjadi ketrampilan teratas yang membawahi evaluasi, analisa, praktik, memahami, dan mengingat. Pada abad 21 ini, kreativitas memiliki peran penting,” ujarnya.

Dengan adanya kreativitas, akan mengarahkan individu menjadi pribadi yang dapat berpikir kritis.

Tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Penerapan kreativitas bisa dilakukan oleh para pengajar atau tenaga kependidikan.

Baik terhadap siswa maupun mahasiswa pendidik bisa meningkatkan model konstruk kreativitas yang terbagi ke dalam model empat C, yaitu mini-c, little-c, Pro-c, dan Big c.

Dalam segala bidang pendidikan, utamanya pada pendidikan teknik, kreativitas menjadikan individu dapat menemukan ide-ide dalam membuat keputusan, praktek, dan menyelesaikan masalah.

Di antaranya dengan brainstorming, analogi, dan visualisasi. Berpikir secara kreatif membawa dampak positif bagi mahasiswa teknik dalam melihat permasalahan pada situasi yang riil dan lebih luas.

Mahasiswa teknik akan menghasilkan banyak ide yang khas yang dapat mendukung keahlian di bidangnya.(den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
26o
Kurs