Rabu, 21 April 2021

Setahun Covid-19, Khofifah Mengklaim Capaian Vaksinasi Jatim Tertinggi

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur dalam peringatan satu tahun Covid-19, Selasa (3/3/2021). Foto: Denza suarasurabaya.net

Bersamaan dengan peringatan satu tahun Covid-19 Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur bersyukur, capaian vaksinasi di Jatim tertinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia.

Dia mengutip data Kementrian Kesehatan. Sampai 2 Maret 2021, sudah 510.027 orang yang vaksinasi di Jatim. Berturut-turut diikuti Jawa Tengah 435.059 orang, Jawa Barat 300.410 orang, dan DKI Jakarta 251.179.

“Kami sangat bersyukur, capaian vaksinasi Jatim tertinggi. Kami harap ke depan cakupannya semakin luas, terutama masyarakat yang termasuk prioritas,” ujarnya, Selasa (3/3/2021).

Rasa syukur Khofifah itu bertambah lagi karena 42 persen kabupaten/kota di Jatim sekarang menjadi zona kuning atau risiko rendah penularan Covid-19 berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 nasional.

Sampai Selasa 2 Maret kemarin, ada 16 kabupaten/kota di Jatim (42 persen dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jatim) menjadi zona kuning.

16 daerah itu antara lain Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten dan Kota Probolinggo, Bangkalan, Sumenep, Sampang, Pamekasan, Jember, Kabupaten Pasuruan, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Tulungagung, Bojonegoro, dan Lamongan.

“Alhamdulillah, ada 16 kabupaten/kota di Jatim atau 42 persen masuk zona kuning. Sisanya, 22 Kabupaten/Kota masuk zona oranye, dan tidak ada yang masuk zona merah,” kata Khofifah.

Khofifah menyampaikan itu di sela-sela kunjungan kerjanya menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Blitar, Rabu (3/3/2021).

Dua capaian itu, menurut Khofifah, merupakan wujud kerja keras dan gotong royong semua pihak. Baik pemerintah, masyarakat, dan TNI/Polri. Dia juga mengapresiasi kedisiplinan masyarakat.

Terutama kedisiplinan protokol kesehatan selama PPKM 1, 2, juga PPKM Mikro jilid 1 dan jilid kedua yang sedang berlangsung. Turunnya penyebaran Covid-19 di Jatim, menurutnya, hasil penerapan PPKM.

Terkait zonasi di Jatim, Khofifah menjelaskan, bahwa sebelum PPKM 1  dilaksanakan pada tanggal 2 Januari lalu, terdapat 8 daerah di Jawa Timur dengan zona merah.

Status Covid-19 di Jatim juga turun signifikan dibandingkan sebelum PPKM. BOR Ruang Isolasi dan ICU Covid-19 sebelum PPKM mencapai 79 persen dan 72 persen. Saat ini BOR menjadi 37 persen untuk Ruang Isolasi biasa dan 54 persen untuk ruang ICU yang ada.

“Tentu kita bersyukur dengan hasil yang baik ini. Akan tetapi zonasi ini bukan sebuah pencapaian. Zonasi adalah alat ukur apakah intervensi yang kita lakukan sudah berada di jalur yang benar,” tegas Khofifah.

Khofifah pun tetap mengingatkan agar masyarakat tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dia berharap ke depan seluruh kabupaten/kota di Jatim masuk zona hijau.

Sampai Selasa (2/3/2021) pukul 16.00 WIB kemarin, terkonfirmasi ada 528 pasien Covid-19 yang sembuh. Angka kesembuhan di Jawa Timur pun diklaim sebesar 90.39 (117.693 orang) dan angka kematian sebesar 7.05 persen (9.179 orang).

Sedangkan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim sampai Selasa sore kemarin sebanyak 412 orang. Saat ini, jumlah pasien yang masih menjalani perawatan sebanyak 3.340 orang.(den/tin/bid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Rabu, 21 April 2021
25o
Kurs