Sabtu, 4 Desember 2021

Soal Masalah Sampah di Sungai Sidoarjo yang Tak Kunjung Tuntas, Begini Solusi Gus Muhdlor

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Gus-Muhdlor-Meninjau-Sungai Gus Muhdlor Bupati Sidoarjo berbincang dengan perangkat desa saat mendapati menumpuknya sampah di saluran irigasi sekunder Gedang Rowo di Desa Ketegan Kecamatan Tanggulangin, Minggu (10/10/2021). Foto: Humas Pemkab Sidoarjo

Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) Bupati Sidoarjo meminta semua camat di Sidoarjo berkolaborasi dan saling berkoordinasi dalam menjaga kebersihan sungai dari sampah.

Dia sampaikan itu saat melihat proses pembersihan sampah yang memenuhi saluran irigasi sekunder Gedang Rowo di Desa Ketegan Kecamatan Tanggulangin, Minggu (10/10/2021).

Pengangkutan sampah seperti eceng gondok sampai sampah rumah tangga di sungai itu dilakukan petugas Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo.

“Kejadian seperti ini banyak terjadi. Dinas PU setiap hari mengambili sampah tapi kesadaran masyarakat akan sampah ini masih rendah. Tetap membuang sampah disungai, ini yang akan kita selesaikan bersama,” ujarnya.

Untuk mengatasi itu, dia meminta para camat saling berkoordinasi dalam menuntaskan sampah di wilayah masing-masing. Salah satunya dengan membangun sekat sungai penghambat sampah di setiap batas wilayah desa.

Menurut Gus Muhdlor, hal itu bisa menjadi solusi. Selain akan mempermudah penanganan sampah, sekat itu juga untuk menghindari aksi saling menyalahan antardesa.

Dengan adanya sekat itu akan ketahuan sampah yang ada di sungai itu berasal dari desa mana? Dengan begitu kebersihan sungai menjadi tanggung jawab masing-masing desa di setiap kecamatan.

gus-muhdlor-tinjau-pembersihan-sungai
Gus Muhdlor Bupati Sidoarjo menyaksikan proses pembersihan sampah di saluran irigasi sekunder Gedang Rowo di Desa Ketegan Kecamatan Tanggulangin, Minggu (10/10/2021). Foto: Humas Pemkab Sidoarjo

“Jalan solusinya, antardesa ada sekat untuk tahu bahwa sampah ini dari arah mereka. Sehingga sampah di sungai menjadi tanggung jawab masing-masing desa,” kata Gus Muhdlor.

Bupati Sidoarjo itu pun mengapresiasi sejumlah desa yang sudah membuat peraturan terkait sampah. Gus Muhdlor berharap semua desa paham bahwa masalah sampah bukan hanya masalah pemerintah kabupaten.

“Sekuat apa pun pemerintahnya (dalam mengatasi masalah sampah di sungai), tetapi kesadaran masyarakatnya nol. Ya, percuma saja,” ujarnya.

Selain pembangunan sekat sungai di setiap desa, Gus Muhdlor juga tetap akan mewujudkan pemerataan tempat pembuangan sementara terpadu (TPST) di setiap desa.

Keberadaan TPST itu dia harapkan membuat masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai.

“Butuh komitmen bersama dari desa untuk duduk bersama, ini yang harus didorong, lewat Perdes masing-masing untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.(den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Sabtu, 4 Desember 2021
30o
Kurs