Minggu, 22 Mei 2022

Tekan Stunting, FK Unair dan Dinkes Kolaborasi Beri Edukasi Bumil di Morokrembangan

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
FK Unair bekerjasama dengan DKK Surabaya mengadakan pengabdian masyarakat dengan sasaran balita stunting dan ibu hamil di Kelurahan Morokrembangan, Kamis (18/11/2021). Foto: Istimewa

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya (DKK Surabaya) mengadakan pengabdian masyarakat dengan sasaran balita stunting dan ibu hamil (bumil) di Kelurahan Morokrembangan.

Pengabdian masyarakat ini dengan tema “Pencegahan dan Penanggulangan Stunting dengan Pendekatan dan Pembinaan Mulai 1000 Hari Pertama ini.” Menyasar 30 ibu hamil serta ibu dengan balita stunting. 15 kader puskesmas juga turut dilibatkan dalam acara edukasi ini.

Beberapa pemateri ahli dari FK Unair pun turut terjun ke lapangan. Seperti Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, dr., Sp.OG(K) yang mengedukasi tentang pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Serta Hanna Dyahferi, dr., Sp.A(K) yang memaparkan tentang deteksi dini stunting dengan Buku KIA.

Para ibu-ibu ini diberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama 1000 hari kehidupan, yakni sejak semasa dalam kandungan hinga usia dua tahun. Masa-masa tersebut adalah golden age atau masa keemasan pertumbuhan anak.

Dr. Sulistiawati, dr., M.Kes Wakil Dekan III FK Unair menuturkan, kegiatan pengabdian masyarakat ini diinisiasi oleh DKK Surabaya menggandeng beberapa institusi kesehatan di Kota Surabaya untuk melakukan edukasi.

“ Tujuannya tentu saja untuk membantu pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting, khususnya di Surabaya. Dengan sasaran puskesmas yang wilayahnya memiliki prevalensi stunting yang tinggi. FK Unair mendapatkan jatah tiga wilayah. Yakni Puskesmas Mojo, Tanah Kali Kedinding dan Morokrembangan,” terangnya.

Dokter Sulis menambahkan, sebenarnya FK Unair menginginkan agar seluruh ibu hamil dan balita stunting di setiap wilayah bisa hadir dalam kegiatan. Namun dengan peraturan pembatasan PPKM, maka hanya beberapa orang saja yang bisa hadir secara offline.

“Namun demikian kami tidak hanya berhenti di sini. Di luar kegiatan offline ini, kami juga akan melakukan webinar yang bisa diikuti oleh lebih banyak orang Tanggal 27 November nanti,” tambahnya.

Dalam webinar nantinya akan dibahas secara mendetail seputar pentingnya pemenuhan gizi di 1000 hari pertama tips yang bisa diikuti dalam pemilihan menu sehat seimbang untuk menekan stunting.

Mewakili DKK Surabaya, Dr. Kartika Sri Rejeki M. Kes menuturkan, kegiatan hari ini adalah tindak lanjut dari kegiatan serupa yang sebelumnya dilaksanakan. Harapannya, dengan semakin sering terpapar edukasi, angka stunting di wilayah Monokrembangan bisa ditekan.

“1000 hari pertama ini sangat penting karenanya perlu digenjot agar pemenuhan nutrisinya tepat. Kami berterima kasih kepada FK Unair karena kegiatan ini membantu kami sekali. Terutama kepada ibu-ibu kader mendapatkan ilmu serta pendampingan dari FK Unair,” ujarnya.

Dokter Fitriah Wahyuningsih Kepala Puskesmas Morokrembangan menambahkan, mayoritas warga di Kelurahan Wonokrembangan merupakan masyarakat dengan ekonomi kelas menengah ke bawah.

Terbatasnya pengetahuan orang terkait pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan anak-anak lah yang menyebabkan prevalensi stunting di wilayahnya cukup tinggi.

“Data pastinya masih terus di upgrade ya. Tapi sekitar 50 ke atas,” terangnya.

Karenanya, ia mengapresiasi kegiatan semacam ini. Ia berharap, intervensi Pemkot Surabaya dalam penurunan angka stunting di wilayahnya bisa terus digalakkan.

” Kami berharap tidak hanya edukasi. Karena di sini kendala utamanya adalah ekonomi, maka kami juga memohon agar pemerintah mensupport dalam materiilnya. Sehingga makanan yang diberikan kepada anak-anaknya ini juga merupakan makanan yang bergizi,” jelasnya. (man/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 22 Mei 2022
28o
Kurs