Senin, 4 Juli 2022

Terduga Teroris di Driyorejo Gresik Bukan Orang yang Antisosial

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Tim Densus 88 Anti Teror Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menggeledah rumah terduga teroris di Gresik, Selasa (9/11/2021). Foto: Istimewa

Sarpan (61 tahun) Ketua RT 01, RW 15, Desa Petikan, Driyorejo, Gresik, mengatakan, sosok AS terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror bukan orang antisosial.

Hampir setiap hari dia bertemu AS. Dia menilai, AS orang yang grapyak (mudah bergaul) dengan masyarakat. Begitu juga keluarganya yang kerap berinteraksi dengan warga sekitar.

“AS dan sekeluarga baik. Dengan warga juga baik. Setiap minggu ikut kerja bakti. Iuran warga juga lancar. Kalau diundang acara atau rapat kampung juga datang,” ujar Sarpan, Selasa (9/11/2021).

Dia mengakui, AS adalah warga baru. Berdasarkan catatannya, AS berasal dari Lamongan, baru tiga tahun tinggal di Jalan Granit 3, Desa Petikan.

“Anaknya empat. Di sini dia ikut mertuanya yang sudah stroke. Antara 2 atau 3 tahun di sini. Rumah yang ditinggali itu memang rumah kontrakan,” kaya Sarpan.

Hanya saja, Sarpan tidak tahu sehari-hari AS bekerja sebagai apa. Yang dia tahu, itu pun dia tahu saat penggeledahan Selasa pagi, istrinya punya bisnis online.

“Istrinya bekerja bisnis online. Pas handphonenya mau diminta, istrinya keberatan, karena untuk bisnis online,” katanya.

Selasa pagi tadi, Sarpan menjadi satu di antara sejumlah pengurus kampung dan desa yang diundang untuk menyaksikan proses penggeledahan rumah AS.

Ada sebanyak 20 personel kepolisian berseragam dan pakaian bebas, termasuk sejumlah orang berseragam diduga Densus 88 Antiteror yang turut dalam penggeledahan.

“Penggeledahan tadi sampai ke kamar-kamar, sedetil-detilnya, 1 rumah digeledah,” ujar Sarpan

Dalam penggeledahan itu polisi menyita sejumlah barang. Di antaranya kurang lebih 60 buku-buku yang beberapa di antaranya bertopik jihad dan tiga buah laptop.(den/dfn/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 4 Juli 2022
28o
Kurs