Rabu, 20 Oktober 2021

Tracing Ratio Meningkat 880 Persen, Zona Merah di Jatim Diklaim Turun Signifikan

Laporan oleh Anton Kusnanto
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur saat berkunjung ke Suara Surabaya Centre (SSC), Rabu (19/5/2021) siang. Foto: Anton suarasurabaya.net

Tracing ratio Covid-19 di Jatim meningkat 880 persen dari yang sebelumnya hanya mencapai 1,17 menjadi 10,32 selama bulan Agustus 2021. Artinya, dari setiap satu kasus yang terdeteksi, 10 kontak erat sudah dilakukan isolasi maupun testing.

Menurut Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur, capaian ini berdampak signifikan terhadap penyebaran kasus di Jatim.

“Angka zona merah di Jatim yang pada awal Agustus tercatat 34 daerah, saat ini hanya empat daerah saja. Yakni, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Nganjuk, Kota Batu dan Kabupaten Blitar,” kata Khofifah.

Sementara sesuai Inmendagri nomor 38 yang terbit pada tanggal 30 Agustus 2021, PPKM Level 2 tercatat enam daerah yaitu Kabupaten Tuban, Sumenep, Pamekasan, Sampang serta Kabupaten dan Kota Pasuruan.

Sementara Level 3 tercatat di 23 Kabupaten dan Kota. Sedangkan Level 4 saat ini di sembilan daerah, yaitu kabupaten Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Lumajang, Blitar, serta Kota Probolinggo, Madiun, Kediri dan Blitar.

Khofifah menyampaikan, peningkatan tracing dan testing sangat krusial mengingat kontak erat berperan besar dalam menciptakan klaster baru.

Menurut Khofifah capaian ini merupakan prestasi besar dan menggembirakan dan harus terus dipertahankan.

“Untuk mencapai tracing ratio sebesar ini banyak pihak yang telah berperan aktif. Di antaranya tim dari Kodam V Brawijaya sampai Babinsa total sebanyak 8.473, tim dari Polda sampai Bhabinkamtibmas Sebanyak 8.130 personil, serta tenaga kesehatan dari 968 Puskesmas di Jatim,” kata Gubernur.

Khofifah berharap agar penyebaran Covid-19 tetap terkendali dan kasus terkonfirmasi positif menurun drastis.

“Masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan nakes dan penegak keamanan saja, tapi juga harus taat dan disiplin dalam prokes,” tegas Gubernur

Sementara itu terhitung tanggal 30 Agustus 2021 perincian BOR ICU yang tadinya 78 persen turun menjadi 41 persen, BOR isolasi dari 81 persen turun menjadi 24 persen, BOR RS darurat yang tadinya 69 persen turun menjadi 31 persen dan BOR rumah isolasi yang tadinya 50 persen turun menjadi 23 persen.(ton/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Rabu, 20 Oktober 2021
29o
Kurs