Sabtu, 2 Maret 2024

UFO 2021, Kolaborasi Ciptakan Modul Pembelajaran untuk Anak di Wilayah 3T

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Buku-buku pendidikan yang akan diberikan pada anak-anak diwilayah 3T di Indonesia. Foto: Humas UK Petra

Dengan semangat memudahkan masyarakat, khususnya anak-anak, di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal di Indonesia dalam mengakses pendidikan, Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya dan Universitas Surabaya (Ubaya) berkolaborasi menggelar UFO 2021.

United for Others (UFO) 2021 adalah ajang inovasi di bidang pendidikan yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya dan Universitas Surabaya (Ubaya).

“Mengambil tema Enlight: Extending the Length of Touch, kami berharap peserta dapat lebih peduli terhadap peningkatan pemerataan pendidikan dan edukasi bencana alam di Indonesia,” kata Samuel Christian Ketua Panitia UFO 2021, Selasa (8/6/2021).

Mahasiswa program Finance and Investment UK Petra itu menjelaskan, tahun ini kegiatan UFO diikuti 168 mahasiswa berbagai program studi dari UK Petra dan Ubaya yang dibagi menjadi dua sektor. Yakni sektor seni dan pendidikan.

Peserta sektor seni harus membuat comic strip mengenai mitigasi bencana alam serta penanggulangan bencana alam di Indonesia. Peserta sektor pendidikan harus bikin modul pembelajaran IPA dan matematika sederhana.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan berkelompok, terdiri dari masing-masing tiga orang mahasiswa.

Samuel menambahkan, modul pembelajaran dan comic strip yang sudah jadi nantinya akan dicetak untuk modul IPA sejumlah 350 eksemplar, modul Matematika sejumlah 350 eksemplar, dan sektor Seni (comic strip) sejumlah 280 eksemplar.

“Nanti akan dibagikan ke 70 titik wilayah Terdepan, Terpencil, Tertinggal (3T) di Indonesia secara gratis. Kini kami sedang proses percetakan dan rencananya akan selesai akhir bulan ini,” ujarnya.

Modul pembelajaran itu akan didistribusikan kepada kurang lebih ke 35.00 anak-anak SD di berbagai wilayah 3T di tanah air.

“Kami tak sendiri, kami bekerja sama dengan Yayasan Tangan Pengharapan, Athaya Widyanata Indonesia, Kelompok Studi Psikologi Bencana (KSPB) Ubaya dan Habibat for Humanity Indonesia untuk proses ini,” ujar Samuel.

Sebelum para mahasiswa mengerjakan modul ini, para peserta sejak bulan April 2021 sudah mengikuti kegiatan Technical Meeting dan workshop terlebih dahulu melalui zoom.

Technical meeting itu supaya para peserta memahami cara membuat modul. Misalnya modul IPA yang membahas secara umum mulai anggota tubuh manusia, jenis-jenis hewan, jenis tumbuhan, lingkungan hingga pemanfaatan Sumber Daya Alam.

Sedangkan modul matematika berisi mulai dari pembahasan perkalian, pengurangan, pembagian, operasi hitung campuran, bilangan desimal, aplikasi persen dan lain-lain.

Sementara modul di sektor seni akan menghasilkan dua modul yaitu volume 1 dan volume 2 yang dipenuhi dengan cerita bergambar yang berwarna dan menarik perhatian anak-anak.

Luasnya Indonesia dan tidak meratanya sisi teknologi serta infrastruktur inilah yang membuat program ini dijalankan.

“Semoga dengan memberikan yang kami pelajari saat ini dari di bangku kuliah, bisa membuat anak-anak Indonesia semakin mudah dalam mengakses pendidikan. Ini harapan kami bersama, dan semoga terealisasi,” kata Samuel.(tok/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Sabtu, 2 Maret 2024
28o
Kurs