Jumat, 3 Desember 2021

UNS Bentuk Tim Evaluasi di Tengah Kasus Diklatsar Menwa

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Markas Menwa UNS ditutup sementara waktu usai kasus meninggalnya mahasiswa saat mengikuti Diklatsar Menwa. Foto: Antara

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membentuk tim evaluasi di tengah mencuatnya kasus Pendidikan dan Latihan Dasar Resimen Mahasiswa (Diklatsar Menwa) yang menewaskan salah satu pesertanya.

“UNS membentuk tim evaluasi mengenai pelaksanaan Diklatsar Menwa ini atau Satuan Korps Mahasiswa Siaga 905,” kata Ahmad Yunus Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS di Solo, Rabu (27/10/2021).

Dalam hal ini, kata dia, tim tersebut akan berkoordinasi dengan pihak kampus untuk memperoleh data atau informasi, baik dari pelatih maupun peserta Diklatsar Korps Mahasiswa Siaga 905.

“Yang pasti dari autopsi kami masih menunggu hasil resmi dari kepolisian. Hasil itu akan kami terima dan akan membahas bersama dengan pihak kepolisian. Persoalan ini kami serahkan ke kepolisian apakah itu dugaan kekerasan atau kecelakaan biasa,” katanya seperti yang dilansir Antara.

Pada kesempatan yang sama, Sutanto Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS mengatakan bahwa pihak kampus melakukan gerak cepat terkait dengan pencarian data.

“Saat ini mahasiswa sudah di BAP di kepolisian, seluruh panitia diambil keterangannya. Kami juga berusaha dapat fakta di lapangan menurut pengakuan panitia,” katanya.

Terkait dengan tuntutan dari masyarakat maupun kampus atas kejadian tersebut, dia mengatakan bahwa kampus akan meresponnya dengan membentuk tim evaluasi sesuai dengan aturan kampus.

Ia menyebutkan tim evaluasi tersebut terdiri atas unsur hukum, unsur kedokteran, tokoh aktif dalam pembinaan organisasi mahasiswa (ormawa), aktif dalam ormawa dan sekarang menjabat sebagai wakil dekan UNS.

“Ditambah lagi unsur administrasi. Tim evaluasi ini kami batasi secepatnya agar bisa mendahului dari pihak kepolisian untuk mendapatkan evaluasi dan merekomendasikan hasilnya ke pimpinan untuk selanjutnya menjatuhkan sanksi ke ormawa tersebut,” katanya.

Seperti yang diketahui, sebelumnya Senin (25/10/2021), UNS membenarkan mahasiswanya bernama Gilang Endi (23) meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar resimen mahasiswa (diklatsar menwa) di Sungai Bengawan Solo, kawasan Jurug, pada Minggu (24/10/2021) petang. Namun, pihaknya mengaku tidak ada lebam pada jenazah Gilang Endy Saputra (23).

“Pada saat jenazah belum diautopsi, saya lihat mata ditutup seperti deplokan daun lembut seperti jamu. Saya tidak bisa melihat memar atau tidak. Sekilas secara fisik saya tidak bisa melihat darah karena dari RS sudah dibersihkan. Mulai dada sampai perut tidak ada tanda-tanda merah atau hitam,” kata Ahmad Yunus Wakil Rektor UNS Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

Sedangkan di sisi lain, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy Kabid Humas Polda Jawa Tengah pada Selasa (26/10/2021) mengatakan, hasil autopsi sementara menunjukkan korban tewas akibat penyumbatan di bagian otak. Ia menambahkan, dugaan sementara korban terkena beberapa pukulan di bagian kepala.

Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil resmi autopsi untuk memastikan penyebab kematian Gilang.(ant/tin/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
29o
Kurs