Jumat, 3 Desember 2021

Untag Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Doa bersama lintas keyakinan untuk keselamatan bangsa digelar Untag Surabaya secara daring. Foto: humas Untag

Pemerintah, masyarakat dan sivitas akademika kampus sudah bahu membahu melakukan berbagai upaya agar bisa terlepas dari pandemi Covid-19.

Penerapan protokol kesehatan, PPKM Mikro sampai Darurat, juga program vaksinasi Covid-19 adalah upaya bersama demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Untuk memperkuat semua upaya itu Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa, Sabtu (24/7/2021).

Segenap sivitas akademika Untag menggenapi semua daya upaya itu melalui kegiatan “Untag Berdoa, Doa Lintas Agama untuk Keselamatan Bumi Pertiwi”.

Mahmud Presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Untag Surabaya menyampaikan, seluruh kegiatan terlaksana sebagai bentuk ikhtiar dan perjuangan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sampai saat ini, seluruh sivitas akademika Untag Surabaya mulai dari dosen, tenaga pendidik, juga mahasiswa terlibat dalam penanganan Covid-19.

Satu di antaranya adalah kegiatan aksi sosial Dari Untag untuk Rakyat yang digelar BEM Untag Surabaya dan seluruh Ormawa dengan membuka donasi.

Donasi yang diterima dibelanjakan pada UKM yang terdampak Covid-19 dan warga di lingkungan sekitar kampus Untag Surabaya yang benar-benar membutuhkan.

“Ini semua merupakan langkah kecil, namun ini juga merupakan langkah konkret yang bisa kami lakukan dalam menghadapi Covid-19,” kata Mahmud.

Prof. Dr. Mulyanto Nugroho Rektor Untag Surabaya mengingatkan, pandemi Covid-19 saat ini merupakan cobaan dari Tuhan yang Maha Esa.

Oleh karenanya ia mengajak kepada segenap sivitas akademika Untag Surabaya untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa agar pandemi segera berlalu.

Dari tempat tinggal masing-masing, Prof. Nugroho mengajak seluruh sivitas akademika berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing.

“Supaya pandemi segera dihilangkan dari Bumi Pertiwi tercinta. Tetap ikhtiar menjaga kesehatan, pola makan, dan perbanyak ibadah,” ujarnya.

Drs. Ec. Mangapul Silalahi Ketua Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya menekankan pentingnya gotong royong bersama masyarakat.

Gotong-royong menurutnya merupakan nilai utama dari Ideologi Pancasila. “Gotong royong menjadi ekspresi utama kepedulian kita,” kata Mangapul.

Oleh karenanya, dalam kondisi pandemi yang masih meningkat seperti saat ini, Mangapul menegaskan, perlunya kesadaran masyarakat untuk saling menjaga.

Pertama dengan mengutamakan kesehatan di mana pun berada agar mampu melindungi diri sendiri juga melindungi orang lain sehingga strategi pemerintah efektif.

Doa bersama lintas keyakinan yang digelar BEM dan Organisasi Kemahasiswaan Untag Surabaya itu berlangsung daring demi menghindari tatap muka yang berisiko.

Turut hadir pula dalam kegiatan itu Drs. Bambang Dwi Hartono Ketua Pembina Yayasan dan jajaran pengurus yayasan lainnya, serta seluruh sivitas akademika Untag Surabaya.(tok/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
30o
Kurs