Kamis, 2 Februari 2023

55 WNI yang Disekap Komplotan Online Scam di Kamboja Berhasil Diselamatkan

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Retno Marsudi Menlu RI saat menyampaikan perkembangan evakuasi WNI di Kamboja, Sabtu 30 Juli 2022. Foto: tangkapan layar YouTube Kemlu

Sebanyak 55 dari 60 WNI yang disekap perusahaan online scam di Sihanoukville, Kamboja berhasil diselamatkan.

Retno Marsudi Menteri Luar Negeri mengatakan, 5 WNI lainnya saat ini sedang diupayakan untuk evakuasi.

“Kemarin, Jumat, 29 Juli 2022, saya melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Kamboja untuk meminta bantuan agar para WNI dapat segera dikeluarkan. Menlu Kamboja Prak Sokhoon langsung memberikan respon dan menyampaikan akan berkoordinasi dengan kepolisian Kamboja,” kata Retno dalam keterangan resmi Kementerian Luar  Negeri, dikutip Minggu (31/7/2022).

Tidak lama sesudah menyampaikan permintaan bantuan tersebut, kata Retno, Menlu Kamboja menyampaikan informasi kedua bahwa tim khusus akan diterjunkan hari Sabtu (30/7/2022).

Tim khusus Kamboja berhasil menyelamatkan para WNI yang disekap dan membawa 55 orang tersebut ke tempat aman.

Pascaevakuasi, Retno melanjutkan, kepolisian setempat akan melakukan BAP untuk bahan penyelidikan lebih lanjut.

“Selanjutnya para WNI akan diserahterimakan kepada KBRI Phnom Penh dan akan dipindahkan dari Sihanoukville ke Phnom Penh. Sesuai SOP, staf KBRI akan melakukan wawancara berdasarkan screening indikasi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan selanjutnya akan direpatriasi ke Indonesia,” ujarnya.

Walau kasus itu sudah menemui titik terang, Retno menilai tantangan belum sepenuhnya selesai. Kementerian Luar Negeri harus bekerja keras untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kasus penipuan kerja di luar negeri bermodus online scam ini terus berulang sejak 2021. Ratusan WNI sudah kita selamatkan dan kita pulangkan, namun kasus serupa terus berulang dengan jumlah yang meningkat,” ujarnya.

Oleh karena itu sebagai salah satu upaya pencegahan, dia berencana melakukan pertemuan dengan otoritas Kamboja guna membahas langkah-langkah selanjutnya di sela-sela pertemuan AMM PMC, yaitu pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN dan pertemuan para Menlu ASEAN.

Kasus itu mengemuka dari aduan seorang warganet dengan akun @angelinahui97 kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah mengenai penyekapan terhadap 54 WNI di Kamboja.

Para WNI di Kamboja itu dijanjikan bekerja sebagai operator, petugas call center, dan bagian keuangan, tetapi di lokasi penempatan tidak sesuai dengan kesepakatan.(dfn/rid)

Berita Terkait