Kamis, 2 Februari 2023

Anggota Komisi III Minta Kapolri Dinonaktifkan agar Kasus Sambo Fokus dan Tuntas

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Benny Kabur Harman anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat. Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Benny Kabur Harman Anggota Komisi III dari fraksi Partai Demokrat minta penyelesaian kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J tidak melebar kemana-mana.

Menurut Benny, jangan sampai penuntasan kasus ini bergeser ke masalah judi, kerajaan Sambo dan lainnya.

“Sekali lagi, kita ingin ada penyelesaian yang tuntas. Jangan gagal fokus kasus Sambo ke soal judi. Selama ini, saya lihat sudah terjadi gagal fokus ke soal judi dan juga ke soal kerajaan Sambo, sehingga lupa kasus utamanya. Oleh sebab itu, kami memohon fokus pada penyelesaian hukum kasus Sambo,” ujar Benny saat rapat Komisi III dengan Mahfud MD sebagai Ketua Kompolnas ex officio, Senin (22/8/2022).

Benny meyakini kalau Irjen Pol Ferdy Sambo mantan Kadiv Propam tidak sendiri, sehingga jendral-jendral lainnya juga harus diproses.

“Apabila ada kerajaan Sambo, saya yakin Sambo tidak bekerja sendiri. Mohon juga jenderal-jenderal yang terlibat itu diproses,” tegasnya.

Kata dia, kalau memang Jenderal Listyo Sigit Prabowo Kapolri tidak mampu mengatasi kasus Sambo, lebih baik dinonaktifkan sementara waktu. Proses penyelidikan langsung dipimpin oleh Mahfud MD Menko Polhukam.

“Itulah tadi yang saya minta kalau memang Jendral semua terlibat dan Pak Kapolri tidak cukup kuat untuk mengatasi masalah ini, apa salahnya kalau Pak Kapolri dinonaktifkan untuk sementara waktu, supaya ada penyelesaian tuntas masalah ini untuk keadilan, untuk republik dan untuk institusi kepolisian yang lebih baik ke depan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Benny juga berterimakasih kepada Mahfud MD yang telah mendorong kasus Sambo yang semula gelap menjadi terang.

“Kasus Pak sambo ini, kita betul-betul gelap. Untung ada Pak Mahfud. Kalau nggak ada Pak Mahfud yang mendorong ini, yang terjadi adalah peradilan sesat. Maka kami menyampaikan terima kasih, dan juga kepada bapak Presiden. Sebab Pak Mahfud ini pembantunya bapak Presiden,” ujarnya.

Sementara Trimedya Panjaitan anggota Komisi III fraksi PDIP melihat Kapolri sudah on the track. Adapun agak sedikit lambat karena memang faktor-faktor tertentu, dan sekarang hasilnya pun sudah terlihat.

“Saya kurang setuju apa yang disampaikan Pak Benny soal nonaktif Kapolri. Kapolri on the track kok jalannya menurut penglihatan saya. Ada terkesan lambat iya, tapi itu juga banyak faktor yang menyebabkan terkesan lambat. Tapi kan golnya sudah kita rasakan. Karena kita mencintai Polri,” kata Trimedya.(faz/rst)

Berita Terkait