Rabu, 29 Juni 2022

Asrama Haji Sukolilo Surabaya Perbarui Sistem Karantina untuk Sikapi Omicron

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Foto: Kominfo Jatim

Sugianto Kepala Asrama Haji Sukolilo Surabaya mengatakan sistem karantina di tempatnya sekarang berbeda dengan yang dulu. Ada beberapa hal yang diperbarui untuk menyikapi varian Omicron.

“Kali ini penghuninya tidak boleh lebih dari dua orang per kamar. Selama karantina tidak boleh keluar kamar sama sekali. Masa karantina yang sebelumnya hanya tiga hari, kini baru boleh pulang setelah hari ketujuh,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Senin (24/1/2022).

Selain itu, sistem pengasramaan Asrama Haji Sukolilo Surabaya kini menggunakan sistem zona atau bubble. Duabelas gedung Asrama Haji dibagi menjadi tiga zona, masing-masing zona empat gedung.

“Sekarang yang terpakai adalah zona dua, yang berisi 124 orang pekerja migran. Mereka tiba Sabtu jam duabelas siang,” kata Sugianto.

Sugianto menjelaskan, saat tiba di Bandara Juanda, semua PMI harus menjalani pemeriksaan lengkap sebelum menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo. Mereka yang karantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya adalah yang hasil swab PCR-nya negatif Covid-19.

Pada hari keenam karantina, PMI akan menjalani tes PCR kedua. Kalau negatif, di hari ketujuh dipersilakan pulang sendiri ke daerah asalnya. Sementara yang positif, akan dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya.

Perlu diketahui, ada 131 PMI yang datang dari Malaysia. Dua di antaranya diisolasi di RSUD dr. Soetomo karena terpapar Covid-19. Sedangkan empat orang dirawat di RS Haji Surabaya karena menderita penyakit lain sejak di luar negeri.

Anggota TNI dan Polri turut membantu pemantauan karantina PMI di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Lokasi karantina PMI berbeda dengan lokasi isolasi 38 tamu pasien Covid-19 yang ditetapkan sebagai zona merah.(iss/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 29 Juni 2022
32o
Kurs