Rabu, 1 Februari 2023

Eri Cahyadi: Baznas Akan Bantu Tebus Ijazah Pelajar SMP dan SMA/SMK di Surabaya

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Dok. Eri Cahyadi saat menjadi guru dalam simulasi sekolah tatap muka. Foto Humas Pemkot

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) siap membantu menebus ijazah pelajar SMP dan SMA/SMK yang mengalami kesulitan di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengatakan, ada kemiripan program bantuan yang dibuat Baznas dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, yaitu bantuan tebus ijazah di tingkat SMP, dan SMA/SMK.

“Pemkot Surabaya tengah fokus pada pembebasan ijazah. Karena itu, saya meminta Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk melakukan pengecekan dan pendataan terhadap seluruh siswa yang mengalami kesulitan dalam mengambil ijazah,” kata Eri Cahyadi, Jumat (13/5/2022) dilansir Antara.

Wali Kota Surabay melanjutkana, nantinya Pemkot akan berkoordinasi dengan Baznas terkait penebusan ijazah.

“Kalau di tingkat SMP sudah dibantu oleh pemkot, tetapi kalau di tingkat SMA/SMK kita harus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemrov Jatim) mengenai jumlah warga KTP Surabaya yang kesulitan mengambil ijazah,” kata dia.

Selanjutnya, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-729, Eri Cahyadi memerintahkan seluruh jajarannya melakukan pemetaan terhadap kemampuan dan usia kerja pada 350 ribu kepala keluarga (KK), yang masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Karena, pada bulan Juni sampai Juli 2022, lanjut Eri, Baznas akan berkonsentrasi pada penyaluran zakat produktif yang akan dijadikan sebagai modal usaha.

“Ke depan, Pemkot Surabaya dah Baznas tidak hanya memberikan bantuan, tetapi melatih orang untuk memaksimalkan kemampuan SDM. Kami buat secara berkelompok, setiap kelompok akan mendapatkan modal usaha dengan sistem koperasi,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Eri Cahyadi menyebut, dengan adanya penguatan SDM, maka akan mempermudah menyelesaikan kemiskinan dan pengangguran di Kota Surabaya.

“Tahun ini, saya fokus pada SDM dan tahun 2023 saya akan fokus melakukan pembangunan, untuk memperbaiki Kota Surabaya,” tegasnya.

Sementara itu, Moch. Hamzah Ketua Baznas Kota Surabaya mengatakan, pihaknya mampu menghimpun zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya rata-rata sebanyak Rp2 miliar setiap bulan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang telah bersedia berzakat kepada Baznas, untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” sebutnya.

Menurut Hamzah, dengan zakat yang dihimpun rata-rata sebanyak Rp2 miliar setiap bulan tersebut, kalau dihitung secara kumulatif selama 7 bulan, maka Baznas Surabaya telah menghimpun zakat sebanyak Rp14 miliar.

Karena Baznas adalah lembaga pemerintah nonstruktural, maka setiap aktivitas yang dilakukan akan dilaporkan kepada Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya.(ant/bil/rid)

Berita Terkait