Minggu, 4 Desember 2022

Gunung Semeru Erupsi 90 Detik Lontarkan Abu Setinggi 500 Meter

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Gunung Semeru erupsi melontarkan kolom abu setinggi lebih lebih kurang 500 meter pada pukul 07:02 WIB, Jumat (25/11/2022). Foto: Antara

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hari ini (25/11/2022) merekam aktivitas vulkanik berupa erupsi pada Gunung Semeru yang berlokasi di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang di Jawa Timur.

Dalam keterangan yang diterima Antara di Jakarta pada Jumat (25/11/2022), Nur Rokhman Hidayat Petugas Pos Pantau Gunung Semeru mengatakan, erupsi terjadi pada pukul 7.02 WIB dengan ketinggian abu lebih kurang 500 meter di atas puncak.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi lebih kurang 1 menit 30 detik,” ujarnya.

PVMBG mengatakan, saat ini Gunung Semeru dalam status siaga atau level III dengan catatan masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di bagian tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak itu, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi peluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan lontaran batu pijar.

Masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Aktivitas Gunung Semeru terdapat di Kawah Jonggring Seloko yang terletak di sebelah tenggara puncak Mahameru. Pada umumnya, letusan Gunung Semeru merupakan letusan abu bertipe vulkanian dan strombolian yang terjadi tiga sampai empat kali tiap jam.

Letusan tipe vulkanian dicirikan dengan letusan eksplosif yang kadang-kadang menghancurkan kubah dan lidah lava yang telah terbentuk sebelumnya.

Selanjutnya terjadi letusan bertipe strombolian yang biasanya diikuti dengan pembentukan kubah dan lidah lava baru.

Saat terjadi letusan eksplosif, biasanya diikuti oleh aliran awan panas yang megalir ke lembah-lembah yang lebih rendah dan arah aliran sesuai dengan bukaan kawah dan lembah-lembah di Gunung Semeru.

Saat ini, arah bukaan kawah Gunung Semeru mengarah ke arah tenggara atau ke hulu Besuk Kembar, Besuk Bang, Besuk Kobokan.(ant/tik/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Minggu, 4 Desember 2022
25o
Kurs