Jumat, 2 Desember 2022

H-2 Lebaran, Pemudik Sepeda Motor Masih Banyak yang Keluar dari Jakarta

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Pemudik yang mengendarai sepeda motor melintas di jalan Kalimalang, Jakarta Timur. Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Para pemudik yang menggunakan sepeda motor masih banyak melintas di sepanjang jalan Kalimalang, Jakarta Timur.

Rata-rata pemudik lebaran atau Idulfitri 1443 Hijriah ini memuat tiga sampai 4 orang, termasuk anak-anaknya.

Anak-anak yang ikut mudik di atas sepeda motor ini, bahkan ada yang balita atau bayi. Tidak hanya itu, motor yang dikendarai masih membawa barang-barang perbekalan yang dimasukan dalam kardus maupun tas besar. Yang lebih disayangkan lagi, ada di antara mereka yang tidak mengenakan helm.

Jalur Kalimalang ini merupakan jalur favorit bagi para pemudik untuk menuju Bekasi, Karawang lanjut ke Pantura.

Pemudik sepeda motor yang sempat berhenti saat ditemui suarasurabaya.net mengaku kalau mereka akan mudik ke Cirebon. Waktu ditanya mengapa berhenti, seorang ibu pemudik tersebut mengatakan kalau mereka menjemput saudaranya yang akan mudik dengan sepeda motor juga.

“Suami saya lagi jemput saudara mas, kebetulan rumahnya dekat-dekat sini,” ujar ibu tersebut yang duduk bersama anak perempuannya, Sabtu (30/4/2022).

Saat ditanya, apakah tidak lelah menempuh perjalanan jauh, ibu itu menjawab kalau mereka menikmati perjalanan saja, tidak perlu terburu-buru.

“Nggak buru-buru kok mas, kalau capek ya berhenti. Dinikmati aja mas, santai,” kata dia.

Selama satu jam mengamati pemudik sepeda motor yang melintas di jalan raya Kalimalang, setiap tiga atau 4 menit sekali melintas dua sampai 5 pemudik, dengan muatan 3 sampai empat orang.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat yang akan mudik lebaran tidak menggunakan sepeda motor. Apalagi dengan muatan berlebih dalam perjalanannya.

Budi Setiyadi Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub mengatakan, ada sejumlah alasan terkait imbauan ini. Pertama, terkait muatan sepeda motor yang kerap berlebihan, hingga potensi banyaknya kendaraan truk logistik di jalan nasional.

“Kalau bisa masyarakat jangan mudik menggunakan sepeda motor, apalagi sepeda motor yang kemudian (muatannya) bapaknya, ibunya, anaknya satu di depan, anaknya dua di belakang, tambah lagi dengan muatan, kasihan kita. Saya terus terang banyak melihat yang seperti ini,” terangnya dalam Media Briefing Kesiapan Angkutan Lebaran, Jumat (8/4/2022).

Meski demikian, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Korlantas Polri jika nanti volume kendaraan roda dua masih tinggi. Dia pun menyebut telah menyusun simulasi untuk dijalankan di jalur nasional nantinya.

“Kita akan mencoba melakukan manajemen yang cukup baik untuk mengendalikan bagaimana para pengemudi sepeda motor ini tidak menjadi mix traffic dengan kendaraan lain,” kata dia.

“Artinya kita harapkan mulai sekarang kalaupun masyarakat menggunakan sepeda motor dan nantinya melewati jalan nasional, kita harapkan jalannya di sebelah kiri,” pungkas dia.(faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 2 Desember 2022
27o
Kurs