Minggu, 4 Desember 2022

Investigasi Kanjuruhan Komnas HAM Dinilai Minim Libatkan Korban

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Andy Irfan pendamping keluarga korban tragedi Stadion Kanjuruhan. Foto: Risky suarasurabaya.net

Andy Irfan pendamping keluarga korban tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, menilai investigasi yang dilakukan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2017-2022, minim melibatkan korban.

“Minim keterlibatan korban tersebut di dalam proses menemukan, merumuskan dan mendiskusikan temuan-temuan yang tim Komnas HAM lakukan sebelumnya,” kata Andy Irfan yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi KontraS di Jakarta, Jumat (18/11/2022) seperti dilansir Antara.

Andy mengatakan, seharusnya ketika melakukan investigasi tragedi yang menewaskan ratusan korban tersebut, tim dari Komnas HAM melibatkan komunitas masyarakat sipil.

Baik itu korban, pendamping korban bahkan komunitas yang terkait dengan kejadian itu. “Sayangnya teman-teman Komnas HAM tidak melibatkan pihak itu,” imbuhnya.

Sehingga, para korban merasa apa yang disampaikan oleh Komnas HAM tidak merepresentasikan atau memberikan harapan terhadap upaya mencari keadilan, yang selama ini terus diperjuangkan oleh para keluarga korban.

Ia mengatakan, di awal kejadian yang memilukan tersebut, Irjen Polisi Nico Afinta Kapolda Jawa Timur pada saat itu bersikukuh bahwa penembakan gas air mata ke suporter sepak bola sudah sesuai prosedur.

Artinya, lanjut dia, jika mengacu pada pernyataan Nico Afinta tersebut, maka sama halnya kematian ratusan pendukung Arema FC saat itu sudah sesuai prosedur.

“Itu kan fatal sekali. Itu tidak mendapatkan perhatian yang serius dari Komnas HAM waktu mengeluarkan laporan,” jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti penetapan enam tersangka dalam kasus itu yakni tiga polisi dan tiga orang warga sipil merupakan suatu tindakan yang gegabah. Andy mengatakan dalam kasus itu juga patut diduga terjadi obstruction of justice atau upaya menghalangi penyelidikan.

Atas dasar itu, terutama soal laporan atau rekomendasi Komnas HAM yang dinilai keluarga masih abstrak, Andy bersama perwakilan korban Kanjuruhan mendatangi Komnas HAM untuk berdialog langsung dengan komisioner yang baru.

“Korban sangat berharap ada rekomendasi yang lebih konkret, bisa menjawab kebutuhan dan pemenuhan rasa keadilan,” ujarnya. (ant/bil)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Minggu, 4 Desember 2022
25o
Kurs