Rabu, 17 Agustus 2022

Jalan Demak Surabaya Jadi Prioritas Pembangunan Trotoar

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Seorang pejalan kaki melintasi trotoar yang telah dipercantik dengan pemasangan bollard. Foto: dok suarasurabaya.net/Sebelum pandemi

Pemerintah Kota Surabaya akan memperluas beberapa kawasan yang akan dibangun trotoar sebagai fasilitas pejalan kaki maupun kaum difabel. Salah satunya di kawasan Jalan Demak Surabaya.

Lilik Ariyanto Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Surabaya mengatakan, alasan Jalan Demak jadi prioritas pembangunan trotoar karena kawasan itu padat lalu lintas dan menyulitkan pejalan kaki yang melewati daerah itu.

“Ada empat prioritas lokasi, salah satunya di Demak. Karena di sana lalu lintas padat begitu juga sambungannya di beberapa lokasi,” kata Lilik kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (22/1/2022), bertepatan dengan Hari Pejalan Kaki Nasional.

Dia juga mengklaim, 95 persen kawasan di Surabaya sudah tersedia pedestrian. Selain membangun kawasan yang belum terbangun trotoar, Lilik mengaku pihaknya juga akan melakukan perbaikan-perbaikan trotoar di beberapa titik.

Dia juga menjamin keamanan pejalanan kaki saat melewati pedestrian. Seperti tinggi pedestrian yang mencapai 15 sentimeter dan penambahan aksesori pedestrian seperti bola-bola semen untuk mengantisipasi pengendara roda 2 yang naik ke trotoar.

“Kami berikan di sana selain estetika juga pengamanan. Pedestrian juga mengantisipasi roda dua yang naik trotoar sehingga tidak mengganggu pejalan kaki dan difabel,” ucapnya.

Selain itu, perbaikan gorong-gorong, menurutnya, juga akan dilakukan. Salah satunya dengan mengganti grill yang semula dari besi menjadi cor.

“Sekarang kami berusaha mengubah (grill) dengan besi cor agar tidak mudah dijual (dicuri). Tapi memang, ada beberapa yang sudah hilang,” tuturnya.

Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk dapat melaporkan jika ada pedestrian yang kurang layak maupun digunakan untuk kegiatan lain dan menganggu para pejalan kaki.

Laporan itu bisa disampaikan melalui aplikasi Sapa Warga, Command Centre 112, maupun petugas kelurahan setempat.

Sebelumnya, beberapa pendengar Radio Suara Surabaya juga ikut memberi masukan terhadap kondisi pedestrian yang ada di Surabaya. Berikut ini pendapat sejumlah pendengar Radio Suara Surabaya ketika mengudara Sabtu siang.

“Di Jalan Demak antara POM Bensin sampai Adijasa dikuasai pedagang yang punya toko di situ. Jualannya taruh di trotoar sampai turun ke badan jalan,” kata Samsudin.

“Siwalankerto tidak ada trotoar, jadi di sana ada sekolah panti pijat Tuna Netra. Setiap sabtu ada tuna netra namun tidak ada trotoar,” kata Hariyadi.

“Pasar Kembang ada trotoar tetapi banyak PKL. Di Kedungdoro banyak yang jual bunga dan nggak dipindah-pindah,” kata Liong Weber.

“Trotoar di Surabaya sudah bagus, lantainya bagus. Harapannya ada maintenance dan sayang kalau rusak dan kotor,” kata pria yang akrab disapa Cak Suro.

“Trotoar di Surabaya sebetulnya sudah bagus. Hanya saja ada yang tidak dilengkapi dengan guiding block untuk rekan-rekan disabilitas. Padahal proyek trotoar Surabaya di era 2010-2015 itu banyak yang dilengkapi guiding block. Semoga ini jadi masukan buat kawan-kawan di Dinas PU Pemkot Surabaya,” kata Yerry melalui Whatsapp Suara Surabaya.(tin/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Rabu, 17 Agustus 2022
28o
Kurs