Kamis, 9 Februari 2023

Jokowi Berharap Kesatuan dan Sentralitas ASEAN Bukan Cuma Sebatas Jargon

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden RI mengikuti Sidang Pleno KTT ASEAN ke-40, Jumat (11/11/2022), di Phnom Penh, Kamboja. Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden RI menekankan pentingnya negara-negara anggota ASEAN memelihara kesatuan dan sentralitas.

Menurut Jokowi, kesatuan dan sentralitas faktor penting yang harus dimiliki ASEAN untuk menghadapi tantangan berat baik dari internal mau pun eksternal.

Dari internal, ada tantangan untuk memastikan ASEAN tetap relevan dan patuh terhadap piagam ASEAN, serta menyelesaikan krisis di Myanmar.

Sedangkan dari eksternal, ASEAN harus menavigasi rivalitas kekuatan besar (negara adidaya) yang semakin frontal.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden RI, siang hari ini, Jumat (11/11/2022), dalam Sidang Pleno KTT ASEAN ke-40, di Kota Phnom Penh, Kamboja.

Di hadapan para pemimpin negara-negara ASEAN, Jokowi mengingatkan jangan sampai kesatuan dan sentralitas ASEAN cuma sebatas jargon yang sering diucapkan tapi tidak ada dampak konkretnya atau diistilahkan seperti mantra kosong.

“Semua tantangan hanya dapat dihadapi bila ASEAN bersatu dan kuat. Pertanyaannya, apakah kita masing-masing sudah berupaya maksimal mungkin untuk memelihara kesatuan dan sentralitas ASEAN? Saya tidak ingin kesatuan dan sentralitas ASEAN hanya jadi mantra kosong,” ucapnya.

RI 1 melanjutkan, para pemimpin ASEAN harusnya memaknai secara konkret. Karena, kredibilitas dan relevansi ASEAN bergantung pada kesatuan dan sentralitas.

Pada kesempatan itu, Jokowi Presiden menyampaikan tiga poin penting bagi ASEAN.

Pertama, mendorong semua anggota menjalankan Piagam ASEAN seutuhnya. Dia bilang, Piagam ASEAN harus jadi dasar pengambilan keputusan dalam situasi darurat, termasuk di Myanmar.

Poin kedua, Presiden RI mendorong penguatan kapasitas dan efektivitas kelembagaan ASEAN.

“Konsep kerja sama dalam bidang-bidang tersebut harus jelas dan terus diperkuat. ASEAN harus menjadi agenda-setter dalam memajukan prioritas-prioritas tersebut,” tegasnya.

Dan poin yang ketiga, Jokowi tegaskan pentingnya memperkuat peran ASEAN dalam mewujudkan kawasan tangguh yang terlihat dari ketahanan pangan dan energi, kemandirian kesehatan, serta stabilitas keuangan kawasan.

Lebih lanjut, Presiden Indonesia mengajak pemimpin ASEAN untuk membuktikan kepada dunia kalau ASEAN bisa menjadi jangkar stabilitas kawasan dan pusat pertumbuhan.

“Tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan dan tetap menjadi pusat pertumbuhan kawasan dan dunia. ASEAN matters, epicentrum of growth,” pungkasnya.(rid)

Berita Terkait