Sabtu, 29 Januari 2022

Kasal Resmikan Dua KRI Baru untuk Perkuat Armada TNI AL

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
KRI Golok 688 perkuat kekuatan armada TNI AL. Foto: Dispen Koarmada II

Laksamana TNI Yudo Margono Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) didampingi Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto Panglima Koarmada (Pangkoarmada) II meresmikan dua kapal perang Republik Indonesia yang menambah kekuatan armada TNI Angkatan Laut, yakni KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 dan KRI Golok-688.

Kegiatan ini digelar dalam Upacara Peresmian dan Pengukuhan Komandan KRI di Dermaga Ujung Madura Koarmada II, Surabaya pada Jumat (14/1/2022).

Peresmian diawali pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Surat Keputusan, pernyataan peresmian KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 atau yang disingkat dengan KRI WSH-991 dan KRI Golok-688 oleh Kasal selaku Inspektur Upacara.

Selanjutnya, Kasal juga mengukuhkan dua Komandan KRI dengan penyematan tanda pangkat dan jabatan. Kolonel Laut (P) Anton Pratomo, Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 45, dilantik sebagai Komandan KRI WSH-991, sedangkan Letkol Laut (P) Primayantha, Alumni AAL Angkatan 48, sebagai Komandan KRI Golok-688.

KRI WSH-991 adalah rumah sakit kapal ketiga yang dimiliki TNI AL dari generasi sebelumnya KRI dr. Soeharso-990 dan KRI Semarang-594.

KRI WSH-991 memiliki spesifikasi LOA 124 m, lebar 22 m, draught 5 m, displacement 7.300 ton, max speed 18 knot, Cruising Speed 14 knot, dan endurance 30 hari, serta Operation Range 10.000 Nm.

Kapal yang diambil dari nama tokoh pahlawan nasional Indonesia ini akan menambah kekuatan Koarmada III.

Sementara itu KRI Golok-688 yang merupakan Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran memiliki spesifikasi yaitu, Length Overall 62,53 m, Moulded Length 60,77 mm, Beam Overall 16 m, Water Draft 1,17 m, dan Air Draft 18,7 to top of mask structure.

KRI Golok akan memperkuat Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I yang berada di Tanjung Uban.

“Kedua kapal perang ini adalah kebanggaan kita bersama karena merupakan hasil produksi anak bangsa. KRI dr. Wahidin Sudirohusodo–991 diproduksi oleh PT PAL Indonesia, dan KRI Golok-688 dibangun PT Lundin Industry Invest,” ujar Kasal.

Seremoni puncak peresmian dua KRI ini disebut Delivery Ceremony, yakni tahap akhir pembangunan sebuah kapal yang diawali Steel Cutting dilanjutkan Keel Laying, Launching, Ship Naming, Comodore Inspection dan diakhiri Delivery Ceremony.

Orang nomor satu TNI AL itu menyebutkan, Indonesia punya kapal-kapal dengan teknologi modern bukan hanya kebutuhan tetapi sebuah keniscayaan. Sebab, ancaman yang harus dihadapi juga semakin kompleks.

“Demikian halnya kapal rumah sakit juga sangat penting dan diperlukan, karena bantuan kemanusiaan serta penanggulangan bencana dari satu pulau ke pulau lain melintasi perairan. Oleh karena itu, kapal rumah sakit memiliki multi fungsi yang sangat dibutuhkan,” jelas Laksamana Yudo.

Kasal pun menegaskan, KRI Golok-688 juga bisa dipakai untuk melaksanakan semua tugas operasi. Baik Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dengan kecepatan tinggi dan daya hancur besar. Kapal itu juga mampu melaksanakan taktik Hit and Run.(tok/dfn/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk TNI Muat Tank Terguling di Tol Perak-Waru KM 9.700

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Surabaya
Sabtu, 29 Januari 2022
25o
Kurs