Senin, 30 Januari 2023

Kasus Aktif Covid-19 Jatim 1.359, Terendah di Empat Provinsi Jawa

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim waktu berkoordinasi dengan Institute of Tropical Disease Unair terkait varian Covid-19 varian XBB. Foto: Humas Pemprov Jatim

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Jawa Timur per Kamis (27/10/2022), total kasus di Jatim mencapai 611.581 kasus dengan 1.359 kasus aktif atau setara 0,22 persen. Jumlah tersebut jadi yang terendah dari empat provinsi besar di Pulau Jawa.

Sementara itu untuk ketercapaian vaksinasi Covid-19 di Jatim dari dosis satu hingga ketiga tercatat masih tertinggi kedua secara nasional. Rinciannya 30,3 juta orang telah mendapat vaksin dosis satu.

Kemudian 25,9 juta orang sudah menerima vaksin dosis kedua dan sebanyak 8,3 juta orang telah melakukan vaksin dosis tiga. Sedangkan untuk vaksinasi dosis ke-empat masih mencapai 131.780 orang di Jatim.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur dalam merespon varian baru Covid-19 yang bernama XBB mengimbau masyarakat supaya tetap menjaga kesehatan dan menjaga protokol kesehatan (prokes).

Terlebih di Jatim sudah ada satu pasien terkonfirmasi positif varian XBB. Meskipun pada Jumat (28/10/2022) pasien yang dirawat di Surabaya itu sudah dinyatakan sembuh oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Khofifah melanjutkan, sebagai langkah preventif penyebaran Covid-19 varian XBB dirinya sudah memerintahkan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim dan Satgas Covid-19 Jatim untuk melakukan tracing mendetail bagi kontak erat pasien.

Instruksi Gubernur Jatim itu berdasarkan data catatan bahwa varian XBB memiliki tingkat penularan yang cepat. Kata Khofifah, Singapuran jadi satu di antara negara lain yang mengalami lonjakan kasus signifikan akibat varian XBB.

“Di tengah cuaca musim hujan saat ini, saya mengimbau agar masyarakat juga bisa menjaga pola hidup sehat. Tujuannya untuk menjaga imunitas tubuh. Jangan panik dan tetap jaga prokes,” ujar Khofifah, Jumat (29/10/2022).

Mantan Menteri Sosial itu juga mengimbau bagi masyarakat agar melakukan vaksinasi booster. Karena seperti contoh Kasus XBB yang telah ditemukan ini, gejala yang muncul ringan karena dia sudah divaksin.

Selain itu, penggencaran vaksinasi booster, diharapkan juga terus dilakukan di berbagai lini. Khofifah menjelaskan kalau pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar supply ketersediaan vaksin di Jatim terjaga.

Kemudian Pemprov Jatim juga melakukan koordinasi kepada seluruh Rumah Sakit di Jatim terutama yang di bawah naungan pemprov supaya meningkatkan kewaspadaan.

“Tentu kita tidak ingin terjadi lonjakan kasus seperti tahun lalu. Namun waspada dan siap siaga jadi kunci utama kita untuk terus menekan kenaikan kasus positif Covid-19 di Jawa Timur,” pungkas Khofifah.(wld/dfn/ipg)

Berita Terkait