Senin, 26 September 2022

Kemenag Imbau Proses Penyembelihan Hewan Kurban Hanya Diikuti Oleh Petugas

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Sebelum melakukan penyembelihan hewan kurban, jagal membacakan doa demi lancar dan sahnya penyembelihan hewan kurban. Sang jagal siap dengan pisau panjang. Foto: Dokumen suarasurabaya.net

Misbahul Munir Kabid Urusan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur mengimbau agar proses penyembelihan hewan kurban di masa Iduladha 1443 Hijriah tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Ada satu hal yang harus diperhatikan dalam proses penyembelihan, hendaknya hanya diikuti oleh petugas pemotong hewan saja dan dijauhkan dari masyarakat. Kalau seandainya ada yang ingin mengetahui proses penyembelihan hanya yang berkurban itu saja, tidak mengundang kerumunan massa,” kata Misbahul saat dihubungi Radio Suara Surabaya, Selasa (28/6/2022).

Penerapan protokol kesehatan, ditambahkan Misbahul juga termasuk dalam proses distribusi daging.

“Kita panitia yang datang memberikan daging kepada masyarakat yang berhak menerima,” ujarnya.

Sementara menindak lanjuti SE Kemenag Nomor 10/2022 tentang Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Iduladha dan Pelaksanaan Kurban 1443 Hijriah/2022 Masehi, Misbahul mengatakan sudah mensosialisasikannya kepada Kemenag di kabupaten-kota se- Jawa Timur.

Salah satu poin yang disebut dalam SE itu adalah proses penyembelihan hewan kurban diharapkan bisa bekerja sama dengan rumah potong hewan (RPH) atau juru sembelih halal (Juleha).

Selain itu terkait Iduladha di tengah merebaknya virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Misbahul mengatakan, sehat menjadi syarat mutlak hewan yang akan dikurbankan.

“Walaupun secara umum sudah jadi ketentuan Kemenag, tapi secara khusus karena sekarang ada PMK kita tegaskan lagi. Selain berpedoman pada SE, arahan Gubernur Jatim maka kawan di kabupaten kota harus koordinasi dengan Dinas Peternakan,” imbuhnya.

Lalu dari sisi pengawasan, ditambahkan Misbahul, di setiap daerah ada seksi Binmas Islam yang membidangi penyembelihan.

“Mungkin kita nggak bisa menjangkau sampai pelosok, tapi insyaAllah pemantauan yang kita bisa lakukan. Untuk pemantauan tingkat desa, di KUA kecamatan ada delapan orang penyuluh yang kita optimalkan,” pungkasnya.(dfn/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Surabaya
Senin, 26 September 2022
25o
Kurs